Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dukung Pembelajaran Inklusi Mahasiswa UNY Lolos Finalis LIDM Kategori Poster

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 00:04 WIB | Oleh:
Dukung Pembelajaran Inklusi Mahasiswa UNY Lolos Finalis LIDM Kategori Poster Doc: Istimewa
Ket. Anggota tim Sembagi Arutala yang lolos sebagai finalis Lomba Inovasi Digital Mahasiswa Kategori Poster Tahun 2023.

YOGYAKARTA - Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran, agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya seperti kemampuan sosiologis, kemampuan naturalis, kemampuan linguistik, dan kemampuan yang lainnya untuk memiliki kekuatan spiritual.

Menurut siaran persnya, berdasarkan payung hukum yang ada, semua orang berhak untuk mendapatkan pendidikan termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Pemerintah harus memastikan semua murid dengan kebutuhan tertentu bisa mengakses fasilitas belajar. Memperoleh pendidikan seperti yang diharapkan, tentu menjadi dambaan semua orang, tak terkecuali ABK, yaitu pendidikan yang kondusif dan inklusif.

Tidak dipungkiri masih banyak sekolah di Indonesia yang belum sepenuhnya mau menerima Anak Berkebutuhan Khusus dan menerapkan pendidikan inklusi. Lalu pada akhirnya sekolah tumbuh dan berkembang menjadi tempat yang eksklusif, awam disabilitas dan persoalannya.

Inilah yang menjadi keprihatinan para mahasiswa UNY yang terdiri dari Hanifah Mar'atush Shalihah (S1 Pendidikan Matematika Fakultas MIPA), Yunita Ambarwati (S1 Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi), dan Asma' Khoirunnisa' (S1 Statistika Fakultas MIPA) yang tergabung dalam tim Sembagi Arutala. Tim ini lolos sebagai finalis LIDM (Lomba Inovasi Digital Mahasiswa) Kategori Poster Tahun 2023.

Menurut Hanifah, problematika pelaksaan pendidikan inklusi beserta berbagai kecenderungan yang sangat kontra produktif dengan fungsi dan hakekat sekolah sebenarnya.

"Oleh karena itu melalui poster bertajuk 'Aktualisasi Potensi Ciptakan Karya Gemilang Melalui Pendidikan Inklusi', kami berharap dapat membuka pandangan kita tentang pendidikan yang ditujukan untuk semua kalangan secara bersama," katanya, Rabu (7/6) di UNY.

Melalui fase belajar bersama tanpa adanya diskriminasi secara bersamaan menuju harmonisasi pendidikan, poster tersebut diharapkan mampu membawa harapan untuk membuka pandangan luas seluruh masyarakat Indonesia tentang Pendidikan Inklusi yang ditujukan untuk semua kalangan.

Yunita menargetkan bagi mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa terhadap isu disabilitas, memudahkan pemahaman konsep inklusi dan memberikan visual yang menarik untuk membantu mengingat informasi.

"Juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang urgensi pendidikan inklusi. memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mengambil peran dalam mengawal isu disabilitas terutama di ranah masyarakat," kata Yunita.

Bagi Pemerintah poster dapat digunakan sebagai alat edukasi, seperti poster yang menunjukkan cara menggunakan peralatan atau bahan tertentu dengan benar, atau poster yang memberikan informasi tentang topik.

Asma' Khoirunnisa' memaparkan, metode yang digunakan untuk membuat poster adalah design thinking, yaitu sebuah metode desain berbasis inovasi yang bertumpu pada pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan.

"Diawali dengan mengadakan survey pada mahasiswa UNY kemudian berdasarkan data yang telah diperoleh, dapat didefinisikan tentang kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pendidikan inklusi," paparnya.

Layout yang digunakan pada poster ini menggunakan illustrasi siswa ABK SD, siswa ABK SMP, dan siswa non-ABK SMA yang berada di tengah agar menjadi objek sorotan. Dalam poster tersebut digambarkan siswa SD yang menggunakan kursi roda dan okulus menunjukkan bahwa meskipun memiliki keterbatasan fisik, siswa tetap dapat mengambil bagian dalam pembelajaran dengan bantuan teknologi dan fasilitas yang tepat.

Siswa SMP tunanetra menunjukkan perlunya teknologi yang disesuaikan untuk memfasilitasi pembelajaran. Sedangkan siswa SMA berkulit hitam dengan drone menunjukkan pentingnya mempertimbangkan keberagaman budaya dan etnis. Gedung Sekolah Indonesia menunjukkan bahwa pendidikan inklusi adalah tanggung jawab semua pihak dan pesawat kertas sebagai simbol harapan menunjukkan bahwa dengan mendukung pendidikan inklusi, masyarakat dapat membantu setiap siswa mencapai potensi mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...
Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.