Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Harus Kurangi Jumlah Motor

📅 Rabu, 07 Jun 2023, 05:21 WIB | Oleh:
DKI Harus Kurangi Jumlah Motor Doc: ANTARA/HO-DPRD DKI Jakarta
Ket. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana memberikan keterangan dalam rapat komisi di Gedung DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Pemprov DKI didesak segera mengurangi jumlah sepeda motor yang beroperasi di Jakarta guna menurunkan polusi udara Ibu Kota. Desakan ini datang dari anggota Komisi D DPRD, Justin Adrian, Selasa (6/6).

"Salah satu kontributor utama buruknya kualitas udara Jakarta adalah sepeda motor. Kendaraan roda dua memang menyumbang signifikan polusi," tandas Justin Adrian.

Menurut Justin, jumlah sepeda motor di Jakarta sangat banyak. Hal tersebut berpengaruh kepada kepadatan kendaraan jalan Ibu Kota.

Dia merinci, penduduk sekitar 11 juta jiwa, dengan kepadatan sekitar 16 ribu jiwa per kilometer. Dari densitas 11 juta tersebut, terdapat sekitar 26 juta kendaraan bermotor pada tahun lalu berdasarkan data korlantas. Kondisi ini yang membuat polusi udara DKI Jakarta semakin meningkat.

Karena itu, Justin menilai Pemprov DKI Jakarta perlu membuat regulasi guna menekan aktivitas kendaraan bermotor. Justin pun menawarkan beberapa solusi yang dapat dijalankan Pemprov. Salah satunya, uji emisi yang ketat. Kemudian, kenaikan tarif parkir, hingga penindakan seluruh parkir liar. "Penyediaan sarana transportasi umum yang memadai, aman, dan nyaman," tambahnya.

Regulasi tersebut harus dijalankan secara konsisten demi menghasilkan dampak udara bersih dalam waktu dekat. Dengan pembatasan aktivitas kendaraan bermotor, dia yakin polusi udara Jakarta semakin berkurang. Sebelumnya, DKI Jakarta masuk ke dalam lima besar kualitas udara terburuk di Indonesia.

Penilaian itu berdasarkan laman https://www.iqair.com/indonesia/jakarta. Berdasarkan data tersebut, urutan pertama udara dengan kualitas terburuk disematkan kepada Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Urutan kedua ditempati Tangerang Selatan, dan Bandung di urutan ketiga. Pasar Kemis Tangerang urutan keempat, dan Jakarta urutan kelima.

Tata Ruang

Hal lain yang disampaikan Justin Adrian Untayanaagar Pemprov DKI mengatur tata ruang, khususnya di permukiman untuk menekan polusi. "Perbaikan tata ruang, penyediaan rumah susun nyaman terjangkau untuk merelokasi warga dari permukiman padat-kumuh akan mengurangi polusi," tandasnya.

Justinmengatakan pentingnya menyiapkan permukiman terpusat agar dapat terintegrasi dengan transportasi umum yang dikembangkan DKI. Dengan begitu, dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi. Menurut Justin, penataan tata ruang bisa dimulai dengan membuat permukiman terpusat. Bentuknya dapat berupa rumah susun layak huni.

Dengan semakin banyaknya rumah susun layak huni, warga akan tinggal di tempat terpusat dan lokasi permukiman padat penduduk pun akan ditinggalkan. Setelah semua warga tinggal secara terpusat, Pemprov DKI bisa membangun fasilitas transportasi terintegrasi ke setiap rumah susun.

Dengan demikian, keinginan warga untuk menggunakan kendaraan pribadi berkurang dan polusi udara juga bisa ditekan. Dia berharap upaya ini dapat membawa Jakarta keluar dari urutan lima besar udara terburuk Indonesia.

Sementara itu, menghadapi udara buruk, dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Feni Fitrianimengimbau, mengimbau agar kelompok sensitif lebih waspada terhadap kualitas udara, khususnya Jakarta saat ini. Mereka tentu harus lebih waspada. "Prinsip terbaik, tentu menghindarinya," kata Feni.berpergian

Kelompok sensitif yang dimaksud adalahorang-orang yang memiliki kerentanan dengan polusi udara, misalnya ibu hamil, balita, dan orang lanjut usia. Lebih lanjut, Feni mengatakan agar kelompok sensitif membatasi ke luar ruangan, apabila tidak diperlukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.