Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Trudeau: Kanada Hadapi Kebakaran Hutan yang Sangat Parah

📅 Selasa, 06 Jun 2023, 16:26 WIB | Oleh:
PM Trudeau: Kanada Hadapi Kebakaran Hutan yang Sangat Parah Doc: Antara
Ket. Arsip - Sisa-sisa rumah dan bangunan yang hangus, yang dihancurkan oleh kebakaran hutan pada Rabu (30/6/2021), tertinggal di Lytton, British Columbia, Kanada, Selasa (6/7/2021), seperti yang terlihat dalam foto udara ini.

TORONTO - Kanada saat ini sedang menghadapi kebakaran hutan yang sangat parah, menyakitkan, dan memilukan, kata Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Senin.

"Kami berdiri bersama ratusan perempuan dan laki-laki pemberani yang memerangi kebakaran hutan di seluruh negeri," kata Trudeau dalam sesi pengarahan pers.

Trudeau menekankan bahwa Kanada saat ini menghadapi "musim kebakaran hutan yang sangat parah". Kanada sedang bekerja sama dengan beberapa negara seperti Selandia Baru, Afrika Selatan, dan Prancis untuk pemadaman api.

"Sejauh ini, kami telah menyetujui tiga permintaan untuk bantuan federal di Alberta, Nova Scotia, dan Quebec. Bantuan ini termasuk mengerahkan anggota Angkatan Bersenjata Kanada guna membantu peran pemadam kebakaran, sumber daya pengangkutan udara, dan dukungan teknik," kata dia.

Kanada terus melatih petugas pemadam kebakaran melalui Wildfire Training Fund, sebuah inisiatif pemerintah dalam mendukung lebih dari 300 petugas pemadam kebakaran dan 125 penjaga kebakaran dari kalangan masyarakat adat untuk dipekerjakan dan dilatih musim ini.

Sejauh ini pada 2023, telah terjadi 2.214 kebakaran hutan secara nasional, dan sekitar 3,3 juta hektar telah terbakar, kata Menteri Keamanan Publik Bill Blair, berbicara kepada pers.

"Saat ini ada 413 kebakaran hutan yang terjadi dan 249 di antaranya dianggap tidak terkendali. Ada juga 18 kebakaran hutan aktif yang secara khusus berdampak pada penduduk asli Kanada, dengan enam kebakaran di Alberta, lima di Saskatchewan, satu di Wilayah Barat Laut, empat di Quebec dan dua di Nova Scotia," ujar Blair.

Hingga Rabu (5/6), diperkirakan 26.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka, katanya.

Kanada telah dihadapkan dengan kebakaran hutan sejak awal Mei.

Saat ini ada lebih dari 1.000 petugas pemadam kebakaran yang membantu memadamkan api dari AS, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. Kanada berharap akan ada petugas pemadam kebakaran tambahan dari Prancis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.