Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Virus Flu Burung Berubah dengan Cepat Jadi Wabah Terbesar

📅 Senin, 05 Jun 2023, 00:55 WIB | Oleh:
Virus Flu Burung Berubah dengan Cepat Jadi Wabah Terbesar Doc: Istimewa
Ket. Para ahli memperingatkan wabah flu burung telah menyebar ke daerah baru dan menyebabkan kematian massal di kalangan burung liar.

PARIS - Para ahli baru-baru ini memperingatkan virus yang menyebabkan rekor kasus flu burung di seluruh dunia berubah dengan cepat. Dalam upaya mentasinya dikeluarkan seruan meningkat bagi negara-negara untuk memvaksinasi unggas mereka.

Dikutip dari France 24, sementara tekanan bahwa risiko terhadap manusia tetap rendah, para ahli mengatakan jumlah kasus flu burung yang melonjak di mamalia menjadi perhatian.

Sejak pertama kali muncul pada 1996, virus flu burung H5N1 sebagian besar hanya menjadi wabah musiman. "Tetapi sesuatu terjadi pada pertengahan 2021 yang membuat kelompok virus itu jauh lebih menular," kata Richard Webby, kepala pusat kolaborasi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), yang mempelajari influenza pada hewan.

Sejak itu, wabah telah berlangsung sepanjang tahun, menyebar ke daerah baru dan menyebabkan kematian massal antara burung liar dan puluhan juta unggas dimusnahkan.

Webby, seorang peneliti di St Jude Children's Research Hospital di Memphis, AS, mengatakan kali ini "benar-benar" wabah flu burung terbesar yang pernah terjadi di dunia.

Dia memimpin penelitian, yang diterbitkan minggu ini di jurnal Nature Communications, menunjukkan bagaimana virus berkembang pesat saat menyebar dari Eropa ke Amerika Utara.

Lebih Berbahaya

Studi tersebut mengatakan virus tersebut meningkat virulensinya, yang berarti menyebabkan penyakit yang lebih berbahaya, ketika tiba di Amerika Utara. Dalam uji coba laboratorium, para peneliti menginfeksi seekor musang dengan salah satu galur baru flu burung.

"Ditemukan virus dalam jumlah besar yang tidak terduga di otaknya, menunjukkan virus itu telah menyebabkan penyakit yang lebih serius dari jenis sebelumnya," kata Webby.

Dia menekankan risiko pada manusia masih rendah, tapi Webby mengingatkan "virus ini tidak statis, melainkan berubah". "Itu memang meningkatkan potensi, bahkan secara kebetulan virus dapat mengambil sifat genetik yang memungkinkannya menjadi lebih seperti virus manusia," katanya.

Dalam kasus yang jarang terjadi, manusia tertular virus yang terkadang mematikan, biasanya setelah melakukan kontak dekat dengan unggas yang terinfeksi.

Virus ini juga telah terdeteksi pada jumlah mamalia yang melonjak, yang digambarkan Webby sebagai "tanda yang benar-benar meresahkan".

Pekan lalu, Chili mengatakan hampir 9.000 singa laut, penguin, berang-berang, pesut, dan lumba-lumba telah mati akibat flu burung di sepanjang pantai utaranya sejak awal tahun ini. Sebagian besar mamalia itu diyakini tertular virus karena memakan burung yang terinfeksi.

Tetapi Webby mengatakan yang "paling membuat kami takut" adalah indikasi dari cerpelai Spanyol atau di antara singa laut di Amerika Selatan, bahwa virus tersebut dapat menular antar mamalia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

12 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.