Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rencanakan Penggabungan AP I dan II, Pemerintah Ingin Optimalkan Jaringan Udara

📅 Senin, 05 Jun 2023, 16:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rencanakan Penggabungan AP I dan II, Pemerintah Ingin Optimalkan Jaringan Udara Doc: ANTARA/ Ade Irma Junida.
Ket. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

MAGELANG - Pemerintah kembali merencanakan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rangka mendorong kinerja perusahaan. Terkini, pemerintah berencana menggabungkan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II untuk mengoptimalkan pengaturan jaringan udara.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan penggabungan nantinya belum tentu akan dilakukan melalui aksi merger. "Kita melihat AP I dan AP II beroperasi selama ini timur-barat. Kalau kita lihat konsepnya hub and spoke semua. Kita ingin melakukan integrasi, belum tentu merger, sehingga pengaturan hub and spoke udara benar-benar berjalan dengan optimal," kata Tiko, sapaan akrabnya di Magelang, Jawa Tengah, Senin (5/6).

Model hub dan spoke sendiri menghubungkan maskapai penerbangan dari dua titik dan menggabungkan penumpang ke jari-jari yang berbeda dari hub mereka.

Model jaringan transportasi hub and spoke merupakan solusi hemat biaya untuk jaringan besar sekaligus mudah dikelola dan memberikan skalabilitas yang lebih baik.

Tiko menjelaskan saat ini ada dua superhub yaitu Jakarta dan Bali juga beberapa hub lainnya seperti Surabaya, Makassar, dan Medan, yang selama ini rutenya tidak diatur secara komprehensif secara nasional.

Dia berharap dengan ada integrasi, baik dalam bentuk holding atau merger, maka integrasi hub and spoke akan efektif.

"Dengan nantinya ada integrasi, dalam bentuk holding atau merger, nantinya integrasi hub and spoke ini akan benar-benar efektif sehingga nantinya integrasi antara trafik inbound atau luar negeri dengan trafik domestik bisa kita kerjasamakan. Kalau dulu terputus antara barat dan timur seolah-olah dua pengelolaan yang berbeda," imbuh Tiko.

Sebelumnya, pada awal tahun ini, pemerintah menyebut akan ada lebih banyak aksi korporasi berupa konsolidasi atau merger untuk menggabungkan BUMN dengan model bisnis yang sama. Hal tersebut tercantum dalam peta jalan atau roadmap BUMN fase kedua untuk periode 2024-2034.

PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II merupakan dua BUMN dengan bisnis pengelolaan bandara. AP I mengelola 15 bandara di kawasan tengah dan timur Indonesia, sedangkan AP II mengelola 20 bandara yang mayoritas di wilayah barat Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.