Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rokok dan Darah Tinggi Penyebab Penyakit Jantung 

📅 Minggu, 04 Jun 2023, 20:15 WIB | Oleh:
Rokok dan Darah Tinggi Penyebab Penyakit Jantung  Doc: istimewa
Ket. gagal jantung

JAKARTA - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit mematikan di urutan teratas bukan saja global tapi juga di Indonesia. Rokok dan hipertensi atau darah tinggi menjadi beberapa faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan kardiovaskular.

Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain seperti hipertensi, kadar lemak, terhadap tercetusnya penyakit jantung koroner (PJK). Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan.

Peningkatan prevalensi penyakit jantung koroner (PJK) disebabkan pola hidup dan perilaku masyarakat seperti merokok, minum alkohol, makan makanan berlemak, kurang konsumsi buah dan sayur, stres, dan aktivitas fisik rendah. PJK merupakan penyakit kardiovaskular yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tertinggi pada kelompok penyakit tidak menular baik di dunia maupun di Indonesia.

"Salah satu faktor perilaku tidak sehat yang sering dikaitkan dengan kejadian penyakit jantung koroner adalah kebiasaan merokok dan gaya hidup yang tidak sehat," kata Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Esti Nurjadin, pada acara peringatan Hari Hipertensi Sedunia dan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, di Jakarta, Rabu (31/5).

Ia menjelaskan, penggunaan tembakau adalah salah satu penyebab utama dari kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Tembakau sebagai bahan utama dari rokok dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan termasuk penyakit jantung dan kardiovaskular dan banyak penyakit berbahaya lainnya.

"Merokok juga dapat merusak lingkungan dan berkontribusi terhadap perubahan iklim, menghabiskan sumber daya, dan merusak ekosistem," ungkap Esti.

Pada sisi lain, makanan sangat penting untuk kesehatan serta kesejahteraan setiap orang. Pola makan yang sehat dapat mengurangi banyak risiko penyakit kronis juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita dan meningkatkan kesehatan mental kita. Diet seimbang mencakup berbagai buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan lemak sehat.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), FIHA, FAsCC, mengatakan dari berbagai jenis penyakit jantung, memang faktor utama penyebabnya berbeda-beda. Namun umumnya jenis serangan jantung yang sering terjadi, umumnya disebabkan merokok, obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi.

"Ini penyebab tersering yang kita bisa ubah. Yang tidak bisa diubah yaitu genetik. Periksakan tekanan darah Anda secara rutin. Semakin dini hipertensi diketahui dan diatasi serta menghindari penyebabnya, maka semakin rendah risiko komplikasi yang akan terjadi," ujarnya.

Sementara itu Duta Yayasan Jantung Indonesia Mikha Tambayong juga memberi sedikit kiat hidup sehat dalam kesehariannya. Baginya yang paling utama adalah berolahraga rutin 3 sampai 4 kali agarmoodselalu baik, jantung lebih sehat, hingga bentuk tubuh lebih ideal.

"Kemudian diikuti dengan menjaga pola makan serta menghindari rokok, karena bukan hanya memilih makanan atau minum yang akan masuk ke tubuh kita, tapi menjauhi rokok juga dapat membantu menjaga kesehatan kita," paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.