Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Duurstede, Saksi Perlawanan Pattimura di Saparua

📅 Sabtu, 03 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Pattimura akhirnya mengakhiri perjuangannya di tiang gantungan bersama rekan-rekannya pada 16 Desember 1817 di Benteng Nieuw Victoria di Kota Ambon, sekaligus berakhirnya kekuasan rakyat terhadap Benteng Duurstede.

Benteng Duurstede beralamat di Desa Saparua, Kota Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, desain arsitekturnya cukup artistik. Dari atas bentuk banteng ini berbentuk oval. Di bangun di atas bukit karang bangunannya memiliki ketinggian 7 meter.

Benteng Duurstede saat ini dapat dilihat dari empat desa di sekitarnya yaitu Paperu, Waisisil, Booi, dan Siri-Sori Islam. Karena letaknya yang strategis ini, maka tidak heran benteng ini memiliki peran penting secara militer.

Namun sejak 1992 Benteng Duurstede ini sudah tidak lagi difungsikan. Meski telah dibiarkan sejak lama, tembok benteng dengan ketebalan 1,25 meter dan tinggi 5 meter itu masih terlihat utuh, hanya rumah Belanda yang dahulu ada di dalam benteng yang sudah tidak terlihat.

Benteng Duurstede memiliki luas 3.970 meter persegi, sementara itu luas bangunan di dalam benteng adalah 1.429 meter persegi. Di dalam benteng terdapat lima meriam yang dipasang di sela-sela tembok benteng. Posisi ini seolah meriam-meriam itu akan menembak musuh di lautan biru Teluk Saparua yang tenang.

Desa Saparua tempat Benteng Duurstede berada berjarak 52,3 kilometer dari Kota Ambon. Lokasi tersebut bisa dijangkau dengan kapal cepat dalam perjalanan selama 1,5 jam dari Pelabuhan Tulehu, Ambon, menuju Pelabuhan Haria di sisi barat pulau. Perjalanan menuju benteng akan dilanjutkan melalui perjalanan darat sejauh 5,8 kilometer.

Tarif kapal cepat sebesar 200 ribu untuk kelas VIP, dan 105 ribu untuk kelas eksekutif. Kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu ke Pelabuhan Haria tersedia setiap Senin hingga Sabtu pukul 09.00 WIT dan pukul 16.00 WIT, sedangkan pada Minggu libur.

Benteng peninggalan bangsa Eropa yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui SK penetapan dengan nomor SK 013/M/1999, dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 08.00 WIT hingga pukul 18.00 WIT. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.