Asuransi Jiwa Atur Ulang Strategi Investasi dan Sesuaikan Portofolio Produk
📅 Rabu, 24 Mei 2023, 23:57 WIB | Oleh: Vitto BudiSementara itu, Ketua Bidang Hubungan Kerja Sama Antar Lembaga Regulator, Stakeholder Dalam Negeri & Internasional AAJI, Shadiq Akasya mengatakan industri asuransi jiwa telah ikut mendorong perekonomian nasional melalui penempatan investasi.
Berdasarkan data sampai dengan Maret 2023, industri asuransi jiwa membukukan total aset mencapai 611,52 triliun rupiah atau turun 0,9 persen dibandingkan dengan total aset pada Maret 2022. Sekitar 87,4 persen total aset merupakan total investasi yang sampai kuartal I 2023 mencatatkan nilai sebesar 545,79 triliun rupiah.
Adapun total investasi industri asuransi jiwa sampai Maret 2023 kata Shadiq mengalami sedikit penurunan yakni 2,1 persen jika dibandingkan posisi total investasi pada Maret 2022.
Penerapan SEOJK PAYDI secara berkala sejak awal tahun 2022 dan mulai berlaku penuh pada Maret 2023 ini menyebabkan adanya perubahan penempatan dana investasi asuransi jiwa. Oleh karenanya perusahaan asuransi jiwa harus melakukan evaluasi dan menentukan ulang strategi penempatan investasinya guna menyesuaikan portofolio produk yang dipasarkannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hal itu juga yang mungkin membuat total investasi asuransi jiwa menjadi sedikit menurun," jelas Shadiq.
Dalam rangka mematuhi aturan yang berlaku, industri asuransi jiwa secara konsisten meningkatkan penempatan investasinya pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN). Sampai dengan Maret 2023, investasi pada instrumen SBN tercatat meningkat 23,3 persen menjadi 151,7 triliun rupiah. Hal itu sekaligus menjadi bukti komitmen industri asuransi jiwa dalam pembangunan jangka panjang pemerintah.
"Penempatan investasi industri asuransi jiwa wajib didasari oleh portofolio produk yang dipasarkan serta risk appetite dari para nasabahnya. Seiring dengan berlakunya
Sebaiknya Anda baca juga:
SEOJK PAYDI yang mengatur porsi penempatan investasi, kami berharap ke depannya akan semakin banyak instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga para pemegang polis bisa mendapatkan manfaat produknya secara maksimal," tambah Shadiq.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!