Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Susun RPJPN 2025-2045 Secara Inklusif

📅 Selasa, 23 Mei 2023, 10:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Susun RPJPN 2025-2045 Secara Inklusif Doc: ISTIMEWA

BADUNG - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang nantinya akan melahirkan undang-undang, di mana prosesnya dilakukan secara inklusif melalui luring dan daring.

"Proses penyusunan ini (RPJPN, Red) dilakukan secara inklusif, makanya dimulai sejak Jumat melalui forum konsultasi publik, yang ingin kami sampaikan bahwa prosesnya inklusif dan dokumen ini bukan hanya milik kementerian tertentu tapi seluruh bangsa Indonesia," kata Sekretaris Kementerian PPN/ Sekretaris Utama Bappenas Taufik Hanafi.

Di Kabupaten Badung, Bali, Senin (22/5), dalam Musrenbang ini Kementerian PPN/ Bappenas menyusun rancangan untuk Indonesia 20 tahun ke depan, serta menyelaraskan dengan daerah, dengan dihadiri oleh seluruh elemen seperti pimpinan daerah, para ahli, dan perwakilan perguruan tinggi.

Selain itu, secara terbuka Kementerian PPN/ Bappenas menyediakan laman untuk menerima aspirasi dari seluruh masyarakat dengan mengakses Indonesia2024.go.id.

"Jadi disiapkan pilihan menu aspirasi, masyarakat bisa mengisi survei dan memasukkan usulan. Yang ingin kami tekankan adalah kolaborasi dan prosesnya kita upayakan se-inklusif mungkin," ujar Taufik.

RPJPN 2025-2045 yang akan mereka bahas selama dua hari di Bali Nusa Convention Center sendiri dinilai memiliki peran strategis khususnya bagi calon kepala daerah yang akan terpilih di Pilkada 2024, karena dapat menjadi rujukan untuk pembangunan daerah jangka panjang maupun menengah.

Transformasi Ekonomi

Dalam pembahasannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang hadir secara daring menekankan salah satu agenda transformasi yang dibahas yaitu transformasi ekonomi.

"Bagaimana kita harus melewati middle income trap, supaya PDB mencapai 9,8 triliun dolar Amerika, hari ini kita sekitar 1,5 triliun dolar Amerika jadi ke depan harus meningkatkan enam kali lipat," tuturnya.

Salah satu yang dilihat dalam menyusun RPJPN menuju Indonesia emas 2045 adalah soal ketimpangan di daerah, seperti contohnya Papua Barat dengan PDRB per kapita yang masuk kategori upper-middle income pada 2022, sementara Bali berada di lower-middle income.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.