Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenag Satukan Guru Lintas Agama dalam Konfederasi Profesi Guru 2026–2030.

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 09:33 WIB | Oleh:
Kemenag Satukan Guru Lintas Agama dalam Konfederasi Profesi Guru 2026–2030. Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Kementerian Agama (Kemenag) menyatukan berbagai organisasi profesi guru lintas agama dalam Konfederasi Organisasi Profesi Guru Kementerian Agama periode 2026–2030, yang menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi guru, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya peran guru dalam membangun karakter peserta didik. Menurutnya, guru bukan sekadar pengajar tetapi sosok yang memiliki tanggung jawab moral untuk membentuk manusia.

“Kita boleh berbeda agama, berbeda tradisi, berbeda simbol, dan berbeda cara beribadah. Tetapi kita tetap dapat bertemu dalam kemanusiaan,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menag menekankan guru memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar mentransfer pengetahuan. Guru bertugas membentuk manusia melalui pengetahuan, kebijaksanaan, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan. Ia menggambarkan guru sebagai obor yang mengusir kegelapan dalam diri peserta didik.

“Tugas guru adalah menyerahkan lentera hati kepada murid. Setelah lentera hati itu menyala, biarkan murid pergi ke manapun. Ke manapun dia pergi, cahaya itu tetap menyertainya,” kata Menag.

Karena itu guru tidak cukup hanya mempersiapkan perangkat pembelajaran, seperti laptop, materi pelajaran, soal ujian, maupun bahan diskusi. Ada proses yang lebih mendasar yakni internalisasi.

Sementara itu Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Amien Suyitno mengatakan konfederasi memiliki kekuatan besar karena menghimpun organisasi profesi guru yang berada di bawah pembinaan Kemenag dari berbagai latar belakang agama.

“Di dalamnya terdapat guru madrasah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta guru dari berbagai agama, termasuk guru Kristen, Katolik, Buddha, dan agama lainnya yang berada di bawah pembinaan Kementerian Agama,” ujar Suyitno.

Menurutnya, penyatuan berbagai organisasi profesi tersebut merupakan momentum penting untuk mensinergikan potensi dan kekuatan guru dalam satu semangat dan tujuan yang sama, yakni membangun pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kita boleh berbeda organisasi, berbeda latar belakang, bahkan berbeda keyakinan, tetapi kita memiliki visi yang sama yaitu membangun pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Suyitno menilai kolaborasi lintas organisasi dan lintas agama dapat menjadi energi baru dalam memperkuat pendidikan sebagai instrumen pembangunan peradaban sekaligus memperkokoh persatuan bangsa.

Ia berharap konfederasi tidak hanya menjadi wadah koordinasi organisasi profesi, tetapi juga mampu menjadi ruang kolaborasi, pengembangan profesionalisme, dan penguatan kompetensi guru.

“Ketika seluruh kekuatan organisasi profesi guru kita satukan dalam satu visi dan satu tujuan, kita akan memiliki energi yang jauh lebih besar untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” ujar Suyitno.

Menurutnya, penguatan kolaborasi organisasi profesi guru juga sejalan dengan upaya Kemenag mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.