Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

G7 Berjanji untuk Ciptakan Dunia Bebas Nuklir

📅 Selasa, 23 Mei 2023, 01:19 WIB | Oleh:
G7 Berjanji untuk Ciptakan Dunia Bebas Nuklir Doc: ANTARA/HO-BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN RI
Ket. PM Jepang, Fumio Kishida (kanan) mempersilakan Presiden RI, Joko Widodo untuk duduk saat pertemuan bilateral di KTT G7 di Hiroshima, Jepang, Sabtu (20/5).

HIROSHIMA - Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, pada Minggu (21/5), menggaungkan pencapaian KTT G7 di Hiroshima, dengan mengatakan para pemimpin dari negara dengan ekonomi maju itu sepakat untuk membangun dunia bebas senjata nuklir.

KTT G7 selama tiga hari di Hiroshima digelar di tengah kekhawatiran kemungkinan Russia untuk menggunakan senjata nuklir dalam perangnya yang sedang berlangsung di Ukraina.

Seperti dikutip dari Antara, G7 adalah organisasi tujuh negara terbesar dengan ekonomi maju di dunia, yang beranggotakan Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Jepang, Kanada, ditambah Uni Eropa.

Dalam jumpa pers usai KTT, Kishida menekankan para pemimpin G7 memiliki kesamaan terhadap apa yang dia sebut sebagai sasaran "idealistis" untuk membebaskan dunia dari persenjataan nuklir. Dia menambahkan ancaman penggunaan senjata nuklir "tidak dapat diterima".

Sejak memutuskan untuk menjadi tuan rumah KTT di Hiroshima, Kishida telah menyuarakan keinginannya untuk membuka jalan mewujudkan visinya tentang dunia bebas nuklir bersama-sama dengan para pemimpin G7 lainnya, termasuk tiga negara dengan kekuatan nuklir, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

G7 telah mencapai konsensus tentang pentingnya catatan 77 tahun tanpa senjata nuklir--sejak serangan bom atom di Hiroshima.

Tidak Ada Pemenang

Kishida menegaskan kembali bahwa tidak ada pemenang dalam perang nuklir. Di bidang keamanan regional, Kishida mengatakan bahwa G7 mengutuk peluncuran rudal balistik Korea Utara dengan jumlah yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya.

Dia menyerukan Korea Utara untuk sepenuhnya menghentikan senjata nuklir dan program-program pengembangannya.

Kishida menambahkan G7 sepakat untuk terus menekan Pyongyang menyelesaikan masalah yang sudah berlangsung sejak lama, yakni penculikan warga negara Jepang oleh Korea Utara pada 1970-an dan 1980-an.

Terkait Ukraina, Kishida mengatakan para pemimpin G7 menunjukkan "persatuan yang tak tergoyahkan" untuk mendukung negara itu. Dia menambahkan para pemimpin juga setuju untuk meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Russia guna melemahkan kemampuan Moskwa dalam melanjutkan agresinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.