Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AHY: Pendidikan Pelayaran Tentukan Masa Depan Maritim Indonesia

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 21:50 WIB | Oleh:
AHY: Pendidikan Pelayaran Tentukan Masa Depan Maritim Indonesia Doc: RRI/Ryan Suryadi
Ket. Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

JAKARTA — Pendidikan pelayaran menjadi faktor penentu dalam membangun masa depan maritim Indonesia. Hal tersebut dikatakan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat mengunjungi STIP di Marunda, Jakarta Utara.

AHY hadir untuk menghadiri silaturahmi keluarga besar Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CAAIP) bersama taruna-taruni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Menurut dia, kekuatan maritim Indonesia juga ditopang oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pelayaran.

“Pendidikan pelayaran menentukan masa depan maritim kita. Infrastruktur dan SDM harus berjalan beriringan agar konektivitas laut semakin kuat,” ujar AHY, Minggu (19/4).

Ia menekankan bahwa pembangunan pelabuhan, jalur pelayaran, serta sistem logistik nasional harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelaut. Transportasi laut, lanjutnya, bukan sekadar urusan distribusi barang, tetapi juga menyangkut kedaulatan nasional, terutama di Kepulauan Indonesia.

“Pemerintah terus mendorong penguatan konektivitas laut nasional guna memperlancar arus logistik. Dan memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara maritim strategis,” kata AHY.

Dalam kunjungan, AHY juga meninjau berbagai fasilitas pendidikan di STIP yang telah dilengkapi teknologi modern seperti bridge simulator, kecerdasan buatan (AI), hingga robotik.

“Infrastruktur pendidikan yang modern sangat krusial untuk melahirkan perwira yang kompeten, tangguh. Dan juga siap menghadapi tantangan di lautan internasional,” ucap dia.

AHY menambahkan, ketangguhan pelaut Indonesia harus dibentuk melalui pendidikan berkualitas. Serta kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi dinamika industri pelayaran.

Ia juga Ia menyinggung peran vital jalur pelayaran internasional serta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Karena menurutnya ini harus dijaga keamanan dan kedaulatannya.

Menurut AHY, dinamika global seperti konflik di Timur Tengah yang berdampak pada Selat Hormuz dapat memengaruhi harga energi dunia. Untuk itu menunjukkan betapa pentingnya stabilitas jalur laut.

Ia berharap STIP terus melahirkan lulusan unggul yang mampu memperkuat konektivitas nasional. Kemudian menekan biaya logistik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

“Mari kita terus berkolaborasi untuk menurunkan biaya logistik nasional dan mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.