Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Pertahankan Penempatan Alutsista di Korsel

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Pertahankan Penempatan Alutsista di Korsel Doc: AFP/DVIDS/Cory PAYNE
Ket. Truk peluncur sistem misil Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik AS berada di sebuah lokasi di Israel beberapa waktu lalu. Pejabat militer AS pada Selasa (21/4) menegaskan bahwa AS belum berencana memindahkan sistem THAAD dari Korsel.

WASHINGTON DC – Seorang pejabat militer Amerika Serikat (AS) pada Selasa (21/4) menegaskan bahwa negaranya belum berencana memindahkan sistem pertahanan misil utama dari Korea Selatan (Korsel). Pernyataan itu dilontarkan menyusul adanya laporan bahwa Washington DC akan memindahkan sebagian dari sistem alutsista tersebut ke Timur Tengah.

Bulan lalu, Washington Post melaporkan, dengan mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, bahwa AS memindahkan sebagian dari sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) miliknya dari Korsel untuk digunakan dalam perang melawan Iran.

Laporan tersebut telah menimbulkan keresahan di Korsel, di mana sistem tersebut merupakan pilar pertahanan nasional terhadap Korut yang memiliki senjata nuklir.

Komandan pasukan AS di Korsel mengatakan Washington DC belum memindahkan sistem THAAD apapun keluar dari negara tersebut.

"THAAD masih berada di semenanjung saat ini," kata komandan pasukan AS di Korea, Jenderal Xavier Brunson, dalam sidang komite Senat AS di Washington DC.

"Kami mengirimkan amunisi ke Timur Tengah, dan amunisi tersebut saat ini sedang menunggu untuk dipindahkan," imbuh Brunson tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Ketika ditanya apakah ia memperkirakan sistem pertahanan tersebut akan tetap ditempatkan di Korsel, Brunson menjawab: "Ya, kami memperkirakan demikian."

THAAD dirancang untuk mencegat misil balistik jarak pendek, menengah, dan jauh menggunakan teknologi "hantam-dan-hancurkan".

Presiden Korsel, Lee Jae-myung, sebelumnya mengatakan bahwa Seoul tidak senang dengan laporan tentang pengerahan kembali alutsista tersebut, tetapi mengakui bahwa pemerintah tidak dapat berbuat banyak mengenai hal itu.

"Pemerintah menentang penarikan beberapa senjata pertahanan udara oleh komando Pasukan AS di Korea (USFK) untuk kebutuhan militernya sendiri. Namun kenyataan pahitnya adalah kami tidak mampu sepenuhnya menerapkan pendapat kita," ucap Presiden Lee pada Maret lalu.

Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan pihaknya dapat mencegah ancaman dari Korut bahkan jika AS memindahkan sebagian aset militernya. "Terlepas dari apakah aset-aset USFK tertentu dikerahkan ke luar negeri, tidak ada masalah sama sekali dengan postur pencegahan kami terhadap Korut, mengingat tingkat kemampuan militer kita," kata kementerian pertahanan Korsel.

Saat ini AS menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korsel, dan sistem THAAD dipasang di Korsel sejak tahun 2017.

Penempatan THAAD sempat memicu protes keras dari negara tetangga Korsel yaitu Tiongkok, yang memandang sistem tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya.

Sementara itu Korut  dilaporkan telah menunjukkan peningkatan yang sangat serius dalam kemampuannya memproduksi senjata atom, kata kepala badan pengawas nuklir PBB saat kunjungan ke Seoul bulan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Mendag Tegaskan HET Minyakita Tetap Rp15.700 Per Liter

37 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Mendag Tegaskan HET Minyaki...
Ekonomi
Pertamina Tegaskan Harga BB...
Nasional
Kepala Bapanas: Penyerapan ...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.