Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kolaborasi, Kemlu: Kekuatan Menengah Mampu Bermanuver Seperti Jet Tempur

📅 Kamis, 18 Mei 2023, 12:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi, Kemlu: Kekuatan Menengah Mampu Bermanuver Seperti Jet Tempur Doc: ANTARA/HO-FPCI
Ket. Dari kiri: Soemadi Brotodiningrat, Kepala Badan Kebijakan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Yayan Ganda Hayat Maulana, Dubes Meksiko untuk Indonesia Armando G. Alvarez, Ketua FPCI Dino Patti Djalal, Dubes Australia untuk Indonesia Penny Williams, perwakilan dari Kedubes Turki, moderator Radityo Dharmaputra, dan perwakilan dari Kedubes Korea Selatan.

Jakarta - Perkuat kolaborasi. Kepala Badan Kebijakan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Yayan Ganda Hayat Maulana mengatakan bahwa kekuatan menengah (middle power) memiliki kemampuan untuk bermanuver seperti jet tempur dalam hubungan internasional.

"Itu (Middle Power) memiliki kelincahan, kegesitan, memiliki kemampuan untuk bermanuver 'seperti jet tempur bukan kapal tanker'," kata Yayan dalam acara peluncuran Jaringan Studi Kekuatan Menengah (MPSN) di Jakarta, Rabu.

Yayan juga mengatakan bahwa sebagai kelompok, kekuatan menengah memiliki kemampuan untuk menggunakan hak pilihan dan menanggapi lingkungan internasional secara kolektif.

"Ini adalah konsep yang kita kembangkan yang disebut 'multi-alignment in non-alignment'. Indonesia adalah negara non-blok tetapi Indonesia juga multi-blok dengan cara yang berbeda, multi-blok dengan MIKTA dan pengaturan lainnya," ujar Yayan.

MIKTAadalah forum kerjasama konsultatif yang didirikan pada 2013, merupakan singkatan dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia, untuk membahas isu strategis global dan kawasan.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Armando G. Alvarez mengatakan bahwa MIKTA punya kesempatan besar untuk memanfaatkan peran sebagai pembangun jembatan dalam pembentukan kembali sistem global.

"MIKTA memiliki peluang besar untuk memanfaatkan peran ini sebagai pembangun jembatan untuk mengupayakan konsensus dan mempromosikan serta menciptakan solusi konstruktif untuk membentuk kembali sistem global," kata Alvarez.

Alvarez menegaskan bahwa MIKTA yang terdiri dari keragaman lima negara dari berbagai daerah yang memiliki sistem politik yang berbeda adalah kelompok yang sangat kuat.

MIKTA adalah kelompok yang sangat kuat, lanjut Alvarez, dengan pondasi yang sangat kuat karena mereka melihat dunia dengan cara yang sama dan mencari solusi serupa untuk masalah global.

Senada dengan Alvarez, Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams juga menyetujui bahwa keragaman yang dimiliki oleh MIKTA adalah sebuah nilai.

Williams mengatakan Australia yang merupakan sekutu Amerika Serikat (AS) juga memiliki pandangan yang berbeda dan menjalankan kedaulatan dan kegiatannya sendiri.

"Ini bukan hanya tentang menetapkan aturan dan norma untuk membatasi orang lain, tetapi juga tentang menggunakan hak pilihan kita sendiri, sehingga kita benar-benar memiliki peran sebagai kekuatan menengah," kata Williams.

Selain itu, pendiri dan juga KetuaForeign Policy Community of Indonesia(FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan MIKTA harus memiliki tujuan yang kuat agar berhasil.

"Jika MIKTA benar-benar ingin membuat perbedaan, tujuan yang lebih kuat akan menghasilkan jaringan kerja sama yang lebih kuat," ujar Ketua FPCI tersebut.

Jaringan Studi Kekuatan Menengah (Middle Power Studies Network/MPSN) adalah sebuah unit jaringan yang diluncurkan oleh FPCI yang terdiri dari cendekiawan, wadah pemikir, dan praktisi dari beberapa negara kekuatan menengah.

Jaringan ini bertujuan untuk mengembangkan kumpulan pengetahuan yang relevan untuk pemahaman yang lebih dalam tentang peran kekuatan menengah dalam hubungan internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.