Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

G-7 Khawatir atas Ancaman Ketidakpastian Ekonomi yang Lebih Besar

📅 Senin, 15 Mei 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Melalui kerja sama yang saling menguntungkan dengan menggabungkan keuangan, pengetahuan, dan kemitraan, Partnership for Rise bertujuan untuk mendukung negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam memainkan peran lebih besar di lini tengah dan hilir dalam rantai pasokan produk energi bersih," kata komunike tersebut.

Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Suzuki, mengatakan pada konferensi pers bahwa Rise dapat memungkinkan negara-negara yang lebih lemah untuk "memainkan peran lebih besar dalam rantai pasokan" untuk membuat industri mereka lebih canggih, dan karenanya berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan global.

"Melalui pandemi, kita telah belajar bahwa rantai pasokan cenderung bergantung pada sejumlah negara atau satu negara," katanya.

Dalam hal keamanan ekonomi, akan bermanfaat bagi global jika kita dapat memastikan bahwa produk-produk penting dapat disediakan secara luas dan stabil oleh negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah yang mengambil peran lebih besar," ungkapnya.

Kurangi Guncangan

Wakil Ketua Penelitian di Institut Bank Pembangunan Asia, John Beirne, mengatakan kepada The Straits Times, meskipun ambisius, program tersebut merupakan langkah positif karena melibatkan ekonomi berkembang sangat penting dalam memperkuat rantai pasokan.

"Ini akan mengurangi kerentanan terhadap guncangan eksternal yang dapat menyebabkan potensi dampak limpahan," katanya.

Pertemuan-pertemuan di Kota Niigata, Jepang tengah, merupakan awal dari KTT Pemimpin G-7 di Hiroshima dari 19 hingga 21 Mei, di mana ketegasan Tiongkok dan invasi Russia ke Ukraina akan mendominasi agenda.

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Brawijaya, Malang, Adhi Cahya Fahadayna, menilai langkah G7 dalam mengatasi invasi Russia ke Ukraina masih kurang, sehingga secara ekonomi perang yang masih berlanjut akan berdampak besar bagi perekonomian dunia.

"Sejauh ini, sanksi ekonomi diterapkan kepada Russia, namun sanksi ekonomi tersebut bukan diberikan tanpa efek samping, pasti ada beberapa konsekuensi yang harus ditanggung koalisi Barat. Dampak sederhana yang bisa dilihat adalah krisis energi yang semula pasokan energi lancar, namun hari-hari ini semakin terlihat sulit," kata Adhi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.