Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TOP 10 Penulis Terkaya dan Jurang Digital

📅 Kamis, 11 Mei 2023, 00:04 WIB | Oleh:

Denny JA menyebut, era Industri 4.0 ternyata menghasilkan dua dunia penulis dengan jurang yang semakin menganga. Ada penulis yang masuk dalam klub triliuner rupiah yang berdiri di puncak gunung. Ada pula penulis dan penerbit buku yang tenggelam di dasar samudra. Mereka bangkrut dan terpaksa juga menekuni profesi lain agar dapurnya tetap ngebul.

"Apa yang membuat beda? Mengapa zaman yang sama, teknologi baru yang sama, melahirkan kisah sukses dan kisah sedih kepada dunia penulis dan toko buku? Jawabnya: survival of the fittest. Ini teori Charles Darwin yang terkenal itu. Ini hukum besi perubahan," ujar Denny JA.

Dia mengungkapkan, ketika datang perubahan, yang akan bertahan hanyalah mereka yang menyesuaikan diri. Jika tak sesuai, walau mereka sebelumnya raksasa sekalipun, mereka akan tumbang.

Denny JA menuturkan ada dua patokan agar penulis dan penerbit tidak tumbang. Pertama adalah akses ke dunia digital yang menjadi perpustakaan terbesar yang pernah ada dalam sejarah manusia dengan begitu banyak ragam informasi yang tersedia.

Ada begitu banyak fakta, peristiwa, dan kisah yang dapat menjadi inspirasi dari dunia internet. Sehingga, akses dan kecanggihan dalam mencari informasi di internet juga menentukan karya yang akan dibuat.

Internet juga menjadi pasar terbesar yang pernah ada dalam sejarah, di mana aneka penjual dan pembeli dari berbagai negara tersambung di dalamnya. Sehingga, kemampuan memasarkan karya di dunia internet juga menjadi kunci. Sebab, di antara milyar informasi di sana, kemampuan merebut perhatian di internet juga menjadi kunci keberhasilan.

"Kini tercipta yang disebut digital divide, jurang digital. Ini terjadi antara mereka yang fasih dengan akses ke dunia digital dan mereka yang minim dunia digital. Jurang ini membuat dua kelompok di atas juga akan semakin lebar dalam kesenjangan informasi, sosial dan ekonomi," terang Denny JA.

Patokan kedua, kata Denny JA, adalah akses kepada sumber daya ekonomi kreatif, yakni yang bersentuhan dengan karya dan pemasaran karya. Koneksi sosial seorang penulis kepada jaringan penerbitan buku, dunia televisi, dunia film layar lebar, sumber keuangan, akan ikut menjadi kunci sukses.

Denny JA berkeyakinan, sehebat apapun sebuah zaman menjadi palu godam yang menghantam dunia buku kertas/cetak, penulis tak akan pernah mati. Sebab, setiap zaman selalu butuh narasi dan narator untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi.

"Penulis adalah narator itu. Penulis yang memberikan narasi apa yang sedang terjadi pada sebuah zaman dan kita menuju ke mana. Yang berubah hanyalah medium penulis. Era buku kertas dan buku cetak sudah menjelang senja. Tapi kini lahir medium baru dalam bentuk video, film, animasi, posting di Instagram, Twitter, Facebook, video di Tiktok dan Youtube," paparnya.

Denny JA juga mengisahkan Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena yang sudah enam tahun berdiri, di mana ini juga menjadi tahun keduanya sebagai ketua umum. Sebelumnya dirinya menjadi ketua umum, Satupena sempat terpecah menjadi dua organisasi dengan nama yang sama, akte notaris yang sama, namun memiliki dua kepengurusan yang berbeda.

"Dalam waktu kurang dari satu bulan, saya benahi sisi legalitas organisasi. Satupena pun kembali hanya menjadi satu satunya nama organisasi yang sah hanya di bawah kepengurusan saya. Serentak pula saya luaskan Satupena agar memiliki kepengurusan di semua provinsi," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, kini Satupena hadir di 38 provinsi dengan mayoritas sudah membuat kegiatannya, mulai dari membaca puisi di taman, hingga festival internasional yang melibatkan negara lain. Mereka juga memiliki Satupena TV, satu satunya kanal Youtube di Indonesia yang semua soal penulis, di mana kini sudah ada koleksi kisah dan gagasan penulis sebanyak 98 video, mulai dari Sutan Takdir Alisyahbana hingga Prof. Musdah Mulia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.