Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TOP 10 Penulis Terkaya dan Jurang Digital

📅 Kamis, 11 Mei 2023, 00:04 WIB | Oleh:
TOP 10 Penulis Terkaya dan Jurang Digital Doc: Istimewa
Ket. Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, Denny JA memberikan pidato pembuka pada acara Ulang Tahun ke-6 dan Halal Bihalal Satupena di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (11/5) Acara tersebut diisi oleh orasi literasi, pembacaan puisi dan penampilan musik.

enjadi penulis tak selalu identik dengan kehidupannya yang tidak pasti, namun juga bisa berubah sebagai seorang triliuner yang memiliki kekayaan bersih dalam skala triliunan rupiah. Situs Edudwar belum lama ini memuat Top 10 penulis terkaya di dunia pada 2023 yang kekayannya mencapai puluhan triliun rupiah.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, Denny JA, saat perayaan ulang tahun ke-6 Satupena di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (11/5/2023).

Dalam acara tersebut digelar beberapa kegiatan di antaranya penampilan musik, pembacaan puisi. Ada pula kultum literasi yang disampaikan oleh Chappy Hakim, Wina Armada, Gemala Hatta, Inda C Noerhadi, Prof. Musdah Mulia, Prof. Nurhayati Rahman, serta sejumlah tokoh lainnya.

Dalam orasinya, Denny JA menyebut, dalam daftar 10 penulis terkaya di dunia versi Edudwar itu, sejumlah nama sudah sangat dikenal di Indonesia karena karyanya yang fenomenal. Sebut saja nama JK Rawling, sosok penulis novel laris Harry Potter yang bahkan sudah difilmkan sebanyak delapan judul sepanjang 2001-2011.

Ada pula Stephen King, penulis cerpen dan novel yang banyak menyentuh kisah horor. Karyanya juga sudah banyak menjadi film. Salah satunya yang banyak dapat penghargaan adalah Green Mile yang dibintangi oleh Tom Hanks pada tahun 1999.

Adapun penulis dengan harta terbanyak adalah Elisabeth Badinter dengan kekayaan sekitar USD1,7 miliar atau Rp25 triliun (kurs Rp15.000 per USD). Sementara, yang terendah adalah Jeffrey Archer, seorang penulis sekaligus politisi anggota parlemen Inggris dengan nilai kekayaan sekitar USD200 juta atau Rp3 triliun. Jika di rata-rata, kekayaan Top 10 penulis tersebut sekitar USD600 juta atau Rp9 triliun.

"Inilah klub triliuner yang menjadi bencmark para penulis. Mereka kaya raya karena karya mereka digemari. JK Rawling, misalnya, serial novel Harry Potter laku hingga 500 juta kopi. Novel Harry Potter tak hanya menjadi serial layar lebar, drama musik, tapi juga menjadi video games," ungkap Denny JA.

Menurut Denny JA, Top 10 penulis terkaya dunia itu menjadi penanda bahwa di era digital dengan Artificial Intelligence (AI) dan hebatnya teknologi pembajakan, ada contoh penulis yang tetap berjaya.

Namun, di sisi lain, dibalik kesuksesan para penulis tersebut juga terdapat kisah sedih. Berdasarkan riset berkala yang dilakukan oleh National Endowment di Amerika Serikat, untuk kasus negara itu, jumlah pembaca buku terus menurun. Bahkan, kini pembaca yang hanya membaca minimal satu buku selama setahun terakhir, menurun di bawah 50 persen.

Menurunnya jumlah pembaca buku juga menggambarkan menurunnya penjualan buku, terutama buku kertas atau buku yang dicetak, di mana jumlah yang terjual terus menurun setahun sekitar 6 persen.

Menurunnya penjualan buku juga berakibat pada ditutupnya toko-toko buku, bahkan toko buku penerbit ternama. Dia mencontohkan, bangkrutnya toko buku raksasa Borders pada 2011. Padahal, sebelumnya Borders menjadi jaringan toko buku terbesar kedua di Amerika Serikat. Namun, terpaksa menutup 200 tokonya karena selalu merugi.

Di Jepang, toko buku Kinokuniya yang berdiri pada 1927 juga harus menutup satu per satu tokonya di beberapa negara karena selalu merugi. Termasuk Kinokuniya di Plaza Senayan yang ditutup pada 2021.

Di dalam negeri sendiri, toko buku dan penerbit Gramedia mengalami nasib yang sama. Contohnya Gramedia di Mall Taman Anggrek Jakarta yang akhirnya ditutup. Meski banyak toko Gramedia yang bertahan, namun porsi menjual buku kertasnya kecil. Ruangan besarnya digunakan untuk menjual barang lain yang lebih laku, seperti peralatan olahraga dan keperluan kantor.

"Kisah sedih lain adalah kisah mayoritas penulis di indonesia. Umumnya mereka tak lagi bisa survive hanya dengan menulis. Ketika karyanya populer, seketika pula karyanya dibajak oleh pihak lain, dijual jauh lebih murah, atau dibagikan gratis dalam bentuk PDF," ungkap pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.