Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melegakan Gerak Cepat KBRI yang Menenangkan Kakak Beradik Asal Batam di Sudan

📅 Senin, 08 Mei 2023, 05:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Melegakan Gerak Cepat KBRI yang Menenangkan Kakak Beradik Asal Batam di Sudan Doc: ANTARA/Yude
Ket. Fikri Wahyudi Maulana (kanan) dan Abdurrahman Tsani, penyintas perang saudara Sudan asal Batam.

Batam - Sungguh melegakan gerak cepat KBRI di Sudan ini. "Saya sebelumnya tidak berpikiran akan dievakuasi. Saat itu saya sudah pasrah saja menunggu ajal," tuturFikri Wahyudi Maulana, 22 tahun, penyintas konflik Sudan asal Batam.

Akan tetapi, secercah harapan muncul di depan mata ketika Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sudan mengabari akan ada evakuasi, waktu itu.

"Kami senang sekali," ujar Fikri saat ditemui di kediamannya, Minggu (7/5).

15 April 2023. Tanggal itulah awal mula kisah Fikri, mahasiswa Gabra Scientific Collage Sudan, menjadi penyintas perang saudara di negeri itu.

Hari itu dia sedang menjalani aktivitas keseharian seperti biasa. Selain kuliah, dia dan beberapa temannya juga menjadi pengurus masjid di Kota Khartoum. Namun,tiba-tiba dia mendengar suara ledakan. Awalnya dia tidak menghiraukannya, dia mengira itu hanya aksi unjuk rasa biasa oleh masyarakat sipil.

Namun, suara ledakan dan tembakannya tidak berhenti terdengar. Lalu, dia coba cek melalui menara masjid melihat ke arah sumber ledakan, ternyata itu suara baku-tembak.

Begitu Fikri melihat grup Whatsapp, ternyata benar terjadi perang saudara antara pasukan militer pemerintah dengan pasukan pemberontak.

Awalnya dia tidak khawatir dengankejadian itu karena hanya mengira itu bentrokan biasa dan hanya sebentar. Namun tidak dengan teman-temannya, yang langsung memilih mengungsi ke tempat aman. Fikrihari itu memilih bertahan di rumah yang disediakan selama menjadi pengurus masjid.

"Warga lokal juga terlihat tidak terlalu khawatir, makanya saya memilih bertahan di rumah sendirian," ucapnya.

Fikri bertahan sampai hari pertamaIdul Fitri 2023 dan sempat melaksanakan shalat di masjid tersebut. Hingga akhirnya ada satu kejadian yang membuatnya sangat takut dan akhirnya ia memilih mengungsi.

Setelah shalat sekitar pukul 10 pagi itu, Fikri pergi ke rumah warga berjarak sekitar 300 meter dari masjid, untuk mengisi dayahandphone-nyakarena listrik di sekitar kompleks masjid terputus.

Ia berencana pulang pukul 12 siang, tapi pada pukul 11.30dapat kabar kalau rumah yang ditempatinya sudah hancur dihantam mortir.

Mengetahui hal tersebut, dia sangatbersyukur karena Tuhan masih menyelamatkan dirinya dari serangan mortir nyasar tersebut. Setelah insiden mengerikan itu dia langsung memilih untuk mengungsi.

"Kalau saya tidak keluar rumah waktu itu, saya nggak tahu lagi apa yang terjadi," ucapnya.

Fikri menceritakan jaringan internet di sana sempat mengalami gangguan, namun tidak lama. Namun hanya ada satu kartu operator yang bisa dipakai waktu terjadi pertempuran tersebut.

Kesempatan itu dia gunakan untuk berkomunikasi dengan orang tuanya yang berada di Batam serta kerabatnya di sana.

"Orang tuanangis-nangismenghubungi saya, disuruh cepat-cepat pulang," kenang Fikri.

Selama di Sudan, seluruh WNI dimasukkan di satu grup Whatsapp yang di buat oleh staf dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sudan untuk mempermudah komunikasi. Di situlah WNI mendapatkan kabar bahwa mereka akan ada evakuasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.