Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jadi Pemasok Senjata, Burkina Faso Anggap Rusia Sekutu yang Sangat Penting

📅 Jumat, 05 Mei 2023, 13:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jadi Pemasok Senjata, Burkina Faso Anggap Rusia Sekutu yang Sangat Penting Doc: Anadolu
Ket. Presiden Burkina Faso Ibrahim Traore. 

OUAGADOUGOU - Presiden BurkinaFaso Ibrahim Traoremenyebut Rusia sekutu yang sangat penting, tetapi membantah tudinganbahwa tentara bayaran Rusia ikut menyokong negaranya dalam memerangi kelompok militan.

Hubungan negara Afrika Barat itu dengan Rusia semakin dekat setelah Burkina Faso mengusir tentara Prancis pada Februari lalu yang sekaligus mengakhiri sebuah kerjasama dengan Prancis yang memberi jalan kepada Prancis turut memerangi pemberontak. Pemutusan kerja sama ini didorong oleh meningkatnya sentimen anti-Prancis di negara itu.

Dalam sebuah wawancara televisi Kamis (4/5) waktu setempat, Traore yang merupakan presiden sementara Burkina Faso ditanya siapa yang menjadi sekutu Burkina Faso saat ini ketika konflik sudah merenggut ribuan nyawa dan memaksa 2,5 juta orang meninggalkan rumahnya di kawasan Sahel dalam puluhan tahun terakhir.

"Kepergian tentara Prancis bukan berarti Prancis tidak lagi menjadi sekutu kita. Tapi kita juga punya sekutu strategis. Kita memiliki bentuk-bentukkerjasama, misalnya dengan Rusia yang merupakan sekutu strategis," kata dia.

Traore menegaskanRusia adalah pemasok senjata utama untuk negaranya, dan akan tetap demikian.

"Saya puas terhadap kerjasama dengan Rusia. Kerja sama yang jujur," kata Traora yang duduk di kursi berornamen, sambil mengenakan seragam dan baret militer.

Negara-negara Barat mengkhawatirkan semakin luasnya pengaruh Rusia di kawasan Sahel dan sekitarnya.

Prancis menarik mundur pasukan dari Mali tahun lalu setelah junta menjalin kerjasama dengan tentara bayaran Rusia, Wagner Group, untuk memerangi al-Qaeda dan ISIS.

Ketika ditanya apakah Burkina Faso juga menggunakan jasa Wagner Group, Traore menjawab: "Tentara kita berjuang sendiri. Kehadiran Wagner akan merugikan Burkinakarena bisa membuat negara-negara lain tidak mau bekerjasama dengan kita."

Konflik di Burkina Faso memicu dua kali kudeta militer tahun lalu. Militer bersumpah mengendalikan lagi negara itu, tapi sejauh ini gagal menghentikan serangan.

Kekacauan di kawasan tersebut dimulai di negaraMali pada 2012 yang menjalar ke Burkina Fasosampai kemudian mengancam stabilitas di negara-negara pesisir Afrika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.