Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KTT Asean Diharapkan Ciptakan Perdamaian dan Pertumbuhan

📅 Kamis, 04 Mei 2023, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
KTT Asean Diharapkan Ciptakan Perdamaian dan Pertumbuhan Doc: Sumber: BPS – Litbang KJ/and/ones

JAKARTA - Direktur Kerja Sama Ekonomi Asean Kemenlu RI, Berlianto Situngkir, berharap keketuaan Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean 2023 dapat menciptakan perdamaian dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Harapan tersebut terangkum dalam tema yang diangkat pada KTT ke-42 itu, yakni Asean Matters: Epicentrum of Growth.

"Arti dari Asean Matters tentunya ingin menegaskan kembali arti penting dan relevansi Asean bagi masyarakat kita dan masyarakat di kawasan. Oleh karena itu, pada keketuaan kita ini stabilitas dan perdamaian di kawasan jadi syarat mutlak bagi terciptanya sentralitas di kawasan," kata Berlianto, di Jakarta, Rabu (3/5).

Lebih lanjut, dari segi Epicentrum of Growth, pemerintah berfokus pada pertumbuhan yang harus berkelanjutan. Pertumbuhan tersebut didukung oleh empat sektor utama. Pertama yakni infrastruktur kesehatan yang solid. Kedua, ketahanan pangan. Ketiga, ketahanan energi menuju energi bersih dan terbarukan. Keempat, stabilitas keuangan di kawasan untuk mengantisipasi external shock.

"Salah satu fokus kita adalah pengembangan ekosistem kendaraan listrik di kawasan," ujarnya.

KTT Asean ke-42 akan digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 9-11 Mei 2023. Konferensi tersebut memiliki delapan agenda pertemuan. Tujuh dari delapan pertemuan itu nantinya dipimpin secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Lalu, KTT Asean ke-43 akan diadakan pada bulan September mendatang di Jakarta.

Resiliensi Ekonomi

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Ekonomi Asean Kemenlu, Berlianto Situngkir, mengatakan pemerintah menargetkan perekonomian Asean mampu tumbuh mencapai 4,3 persen untuk tahun 2023.

Menurutnya, perekonomian negara-negara anggota Asean termasuk yang mempunyai resiliensi tinggi.

"Hingga data terakhir yang kami peroleh pada 2021, pertumbuhan itu 3,98 persen, berbanding dengan pertumbuhan global 2,6 persen. Ini jelas menunjukkan resiliensi ekonomi Asean terhadap guncangan," kata Berlianto, di Jakarta, Rabu.

Upaya yang ditempuh untuk mencapai target tersebut yang akan coba direalisasikan oleh pemerintah RI dalam KTT ke-42 Asean mendatang.

Menurut Berlianto, dalam hal pertumbuhan ekonomi, Asean saat ini telah menjadi kekuatan kelima dari negara-negara maju di dunia, dengan total Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 3,3 triliun dollar AS, dan jumlah penduduk lebih dari 650 juta jiwa, yang menempatkannya pada posisi ketiga setelah Tiongkok dan India.

Berlianto juga mengatakan keberhasilan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Asean membutuhkan empat elemen utama, yaitu arsitektur kesehatan yang kuat, ketahanan pangan, ketahanan energi menuju transisi ekonomi bersih dan terbarukan, serta stabilitas keuangan di kawasan untuk mengantisipasi guncangan eksternal.

"Untuk mendukung tema Epicentrum of Growth, Asean perlu memperkuat keberadaannya dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan, bukan hanya di Asean, melainkan juga di kawasan Indo-Pasifik," katanya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.