Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Urai sampah Menggunakan Magot Menghemat Triliunan Rupiah

📅 Rabu, 03 Mei 2023, 19:56 WIB | Oleh:
Urai sampah Menggunakan Magot Menghemat Triliunan Rupiah Doc: ANTARA/Muhammad Mada
Ket. Pekerja merawat Lalat Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam untuk budi daya maggot di TPA Tlekung, Junrejo, Batu, Jawa Timur, Kamis (2/2).

JAKARTA - Kegiatan menguraikan sampah organik menggunakan magot lalat tentara hitam bisa menghemat anggaran penanganan dan pengelolaan sampah hingga triliun rupiah.

Kepala Asosiasi Black Soldier Fly Indonesia Agus Pakpahan mengatakan pemanfaatan magot membuat sampah organik dari rumah tangga tidak perlu lagi dibawa ke tempat pemrosesan akhir, karena sampah sisa makanan bisa selesai pada tingkat akar rumput.

"Kita bisa hemat triliunan rupiah dari hanya membuang sampah," ujarnya dalam tayangan Pojok Iklim Kementerian LHK yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Agus mengungkapkan apabila satu kelurahan menghasilkan satu ton sampah organik per hari, magot yang mengurai sampah organik tersebut bisa menghasilkan sepertiga pupuk hayati atau kurang lebih 300 liter per hari.

Tak hanya itu, satu unit rumah magot yang digunakan untuk mengurai satu ton sampah organik juga dapat menghasilkan satu kuintal magot untuk pakan ternak.

Agus menuturkan bila ribuan desa di Indonesia ditambah mal dan pabrik memanfaatkan magot untuk penanganan sampah organik, hal itu bisa menjadi sumber daya.

Sementara itu, Penasehat Senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Soeryo Adiwibowo memandang bahwa lalat tentara hitam secara tidak langsung mengajarkan kepada manusia untuk melakukan gerakan memilah sampah.

Syarat utama efektivitas magot lalat tentara hitam adalah sampah organik 100 persen, karena jika sampah organik itu bercampur dengan sampah anorganik, efektivitasnya akan rendah.

Lalat tentara hitam atau black soldier flyadalah lalat yang bersih, karena tidak memakan apapun dan hanya minum selama fase hidupnya yang berlangsung sekitar tujuh hari. Seekor lalat tentara hitam betina dapat menghasilkan 500 sampai 900 telur.

Telur itu kemudian menetas menjadi larva atau sering dikenal magot. Larva lalat tentara hitam sangat rakus selama masa pertumbuhan karena bisa menghabiskan makan sebanyak dua kali dari masa tubuhnya

Magot lalat tentara hitam inilah yang dimanfaatkan untuk mengurai sampah organik menjadi pupuk kompos.

Pada 2022, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mencatat angka timbulan sampah di Indonesia mencapai 68 juta ton per tahun dengan komposisi terbesar bersumber dari sampah organik sisa makanan sebesar 41,27 persen dan kurang lebih ada 38,20 persen bersumber dari rumah tangga.

Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah organik secara bertahap melalui pengelolaan mandiri pada tingkat rumah tangga, di antaranya melalui pemanfaatan magot lalat tentara hitam untuk mengurai sampah dan gerakan membuat pupuk kompos.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.