Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagaimana Makhluk Hidup Bisa Menjadi Sumber Energi Listrik Terbarukan

📅 Senin, 01 Mei 2023, 13:38 WIB | Oleh: Tim Penulis

Beberapa jenis mikroorganisme lainnya seperti Rhodopseudomonas palustris DX1, Candida melibiosica, Saccharomyces cerevisiae, bahkan Escherichia coli DH5α juga diketahui menunjukkan kemampuan yang baik sebagai bakteri eksoelektrogenik.

Penelitian Krishna Katuri di National University of Ireland Galway, Irlandia, dan rekan-rekannya dari King Abdullah University of Science and Technology, Saudi Arabia, menemukan spesies Desulfuromonas acetexigens sebagai bakteri eksoelektrogenik baru.

Bakteri eksoelektrogenik dapat diperoleh dari berbagai lingkungan, seperti air limbah, kompos, kotoran ternak, tanah, endapan sungai atau danau, rawa, bahkan ekosistem laut.

Contohnya, para peneliti dari University of Buenos Aires yang menemukan bakteri Dietzia sp. RNV-4 dari endapan tepi sungai Río de la Plata di Argentina. Bakteri ini ternyata memiliki kinerja yang baik dalam sistem MFC.

Potensi Indonesia

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk mikroorganisme.

Sayangnya, baru ada sekitar 10% mikroorganisme asal Indonesia yang teridentifikasi sehingga potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Salah satu faktor penghambat adalah kurangnya kesinambungan penelitian terkait mikroorganisme di Indonesia.

Selain itu, kegiatan pengembangan dan aplikasi penelitian masih kurang sinergis antara akademisi, peneliti, dan industri.

Padahal, dari segi potensi dan berdasarkan hasil penelitian yang sudah ada, mikroorganisme ternyata dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik terbarukan di Indonesia.

Di Indonesia, penelitian seputar sistem bioelektrokimia sudah mulai banyak dilakukan, seperti penelitian MFC untuk pengolahan air limbah pabrik tahu, pengolahan limbah sisa makanan, pengolahan limbah cair industri tapioka, hingga PMFC untuk produksi listrik dari lahan persawahan padi di Kalimantan Barat.

Namun, dari semua penelitian sistem bioelektrokimia di Indonesia, belum ada yang siap diimplementasikan dalam skala besar di kehidupan nyata.

Melihat hasil-hasil penelitian dan aplikasi yang sudah dilakukan oleh negara-negara lain, mikroorganisme merupakan salah satu sumber alternatif energi listrik terbarukan yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Daerah
Warga Cianjur Diminta Waspa...

Taman Margasatwa Ragunan Rayakan HUT ke-162

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Ra...

Basarnas Temukan Lagi Satu Korban Meninggal KM Virgo di Masalembo

31 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Basarnas Temukan Lagi Satu ...

Peluang Terdekat Raih Emas Pertama Gagal

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Peluang Terdekat Raih Emas ...

PERHAPI Desak Pemerintah Berantas Tambang Ilegal

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PERHAPI Desak Pemerintah Be...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.