Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Optimalkan Potensi Ekonomi saat Musim Mudik

📅 Kamis, 27 Apr 2023, 10:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Optimalkan Potensi Ekonomi saat Musim Mudik Doc: ISTIMEWA

PADANG - Guru besar dari Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) Prof Rika Ampuh Hadiguna menyebut terdapat dua potensi ekonomi strategis lokal saat musim mudik Lebaran. Karenanya, pemerintah daerah perlu jeli menangkap peluang tersebut dan mengembangkannya sehingga menjadi sumber penggerak ekonomi.

"Ada dua potensi ekonomi strategis di daerah yang sering dilupakan pemerintah daerah yaitu objek wisata baru, dan makanan atau komoditas unggulan daerah," kata pakar ekonomi sekaligus guru besar Unand Rika Ampuh Hadiguna di Padang, Rabu (26/4).

Masyarakat lokal sering menemukan lokasi-lokasi baru dari objek wisata yang kemudian dikenalkan saat musim mudik Lebaran. Di satu sisi, pemudik sangat tertarik dengan spot-spot baru dengan berswafoto untuk diunggah ke media sosial. "Tentunya postingan para pemudik tersebut menjadi media promosi," ujarnya.

Demikian juga dengan kuliner daerah. Baik makanan sajian maupun komoditas pertanian lainnya. Para pemudik biasanya juga akan mengunggah makanan tersebut ke media sosial. Baik itu karena kelezatan atau faktor lainnya.

Menurutnya, baik objek wisata baru atau kuliner daerah yang diunggah masyarakat terutama pemudik secara tidak langsung sudah menjadi promosi tersendiri.

Karena itu, pemerintah daerah perlu mencermati peluang tersebut agar momentum sesaat objek ekonomi baru tersebut dapat dilanjutkan sebagai produk ekonomi baru bagi daerah. Pemerintah daerah dapat menganalisis media sosial untuk mendapatkan informasi berharga tentang dua potensi strategis lokal ini, kata dia.

Secara umum, dia mengatakan jebakan konsumtivisme adalah tantangan sosial di musim mudik Lebaran dari tahun ke tahun. Jebakan ini harus ditransformasi menjadi "investasi".

Potensi Konsumsi

Potensi konsumtivisme dapat dilihat atau diperkirakan dari nilai uang tunai yang disiapkan Bank Indonesia sebesar 195 triliun rupiah periode 27 Maret 2023 hingga 20 April 2023. Sementara, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2023 mencapai 123,8 juta jiwa.

"Jumlah pemudik dan nilai uang beredar yang sangat besar adalah potensi ekonomi yang bagi daerah," kata dia menjelaskan.

Tiga jenis pengeluaran pemudik adalah biaya transportasi, belanja makanan ataupun oleh-oleh, serta jalan-jalan ke objek wisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.