Polusi Lalu Lintas Bisa Merusak Fungsi Otak
📅 Rabu, 26 Apr 2023, 06:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP/Romeo GACAD
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa polusi lalu lintas dapat merusak fungsi otak manusia hanya dalam hitungan jam. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa paparan asap knalpot ternyata bisa mengganggu kemampuan berbagai area otak manusia untuk berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain.
Sebuah penelitian baru oleh para peneliti di University of British Columbia (UBC) di Vancouver dan University of Victoria di Kanada telah menunjukkan bahwa tingkat polusi lalu lintas yang umum dapat merusak fungsi otak manusia hanya dalam hitungan jam.
Temuan penelitian yang masih berupa tinjauan yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health ini, menunjukkan bahwa hanya dua jam paparan knalpot mesin diesel menyebabkan penurunan konektivitas fungsional otak yang menjadi tolok ukur bagaimana penelitian ini bisa memberikan bukti pertama pada manusia, dari percobaan terkontrol yang menunjukkan adanya konektivitas jaringan otak yang berubah yang disebabkan oleh polusi udara.
"Selama beberapa dekade, para ilmuwan mengira otak mungkin terlindung dari efek berbahaya polusi udara," kata penulis penelitian senior Dr Chris Carlsten, profesor dan kepala kedokteran pernapasan dan Ketua Riset Kanada dalam penyakit paru-paru akibat kerja dan lingkungan di UBC pada Januari lalu.
"Penelitian ini, yang merupakan yang pertama di dunia, memberikan bukti baru yang mendukung hubungan antara polusi udara dan kognisi," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk penelitian tersebut, para peneliti secara singkat memaparkan 25 partisipan dewasa sehat ke knalpot mesin diesel dan menyaring udara pada waktu yang berbeda di laboratorium. Aktivitas otak diukur sebelum dan sesudah setiap paparan menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (functional magnetic resonance imaging/fMRI).
Para peneliti menganalisis perubahan dalam default mode network (DMN) otak, satu set wilayah otak yang saling terhubung yang memainkan peran penting dalam memori dan pemikiran internal.
fMRI mengungkapkan bahwa partisipan mengalami penurunan konektivitas fungsional di wilayah luas DMN setelah terpapar knalpot mesin diesel, dibandingkan dengan udara yang disaring.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita tahu bahwa konektivitas fungsional yang berubah di DMN telah dikaitkan dengan penurunan kinerja kognitif dan gejala depresi, jadi sangat mengkhawatirkan melihat polusi lalu lintas mengganggu jaringan yang sama ini," kata Dr Jodie Gawryluk, seorang profesor psikologi di University of Victoria dan penulis pertama studi tersebut.
"Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami dampak fungsional dari perubahan ini, ada kemungkinan hal itu dapat mengganggu pemikiran atau kemampuan orang untuk bekerja," imbuh Gawryluk.
Penelitian ini mencatat bahwa perubahan di otak bersifat sementara dan konektivitas peserta kembali normal setelah terpapar. Dr Carlsten berspekulasi bahwa efek bisa tahan lama jika paparan polusi knalpot mesin diesel terjadi terus menerus.
Oleh karena itu Dr Carlsten mengatakan bahwa orang harus memperhatikan udara yang mereka hirup dan mengambil langkah yang tepat untuk meminimalkan paparan terhadap polutan udara yang berpotensi berbahaya seperti knalpot mobil.
"Orang-orang mungkin ingin berpikir dua kali pada saat mereka terjebak kemacetan dengan jendela diturunkan," kata Dr Carlsten. "Penting untuk memastikan filter udara mobil Anda berfungsi dengan baik, dan jika Anda berjalan atau bersepeda di jalan yang sibuk, pertimbangkan untuk mengalihkan ke rute yang tidak terlalu sibuk," imbuh dia.
Perhatikan Polusi Lainnya
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!