Telusuri Jejak Masa Lalu Kaum Kolonial di Makam Peneleh
📅 Jumat, 21 Apr 2023, 06:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBahkan beberapa tahun yang lalu, secara terpisah, saat bertemu dengan Wali Kota Surabaya kala itu, Tri Rismaharini, Duta Besar Republik Armenia untuk Indonesia, Dziunik Aghajanian, dan Duta Besar Russia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, keduanya menyatakan ingin menelusuri jejak-jejak warga negara mereka di Surabaya
Menurut Dubes Vorobieva, ia sempat mendapat informasi bahwa ada tentara Russia yang gugur dimedan perang saat masa penjajahan Indonesia. Namun, Lyudmila mengaku tidak tahu dimakamkan dimana di Surabaya, sehingga dia ingin meminta bantuan pemerintah Kota Surabaya untuk mengecek data-data makam di Surabaya barangkali ada nama warga Russia yang dimakamkan.
"Kalau memang ada, kami ingin berkunjung ke makam itu dan barangkali kami bisa membantu merawatnya. Kami juga ingin catatkan di sejarah kami bahwa dulunya ada tentara Russia yang gugur di Surabaya," ujar Dubes Vorobieva.
Keinginan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Pemkot Surabaya dengan mengecek data nama-nama warga negara asing yang dimakamkan di makam Peneleh, karena terbilang memiliki catatan yang rapi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tur Sejarah
Secara terpisah, pengamat sejarah Surabaya, Kuncarsono Prasetyo, menjelaskan, kompleks tersebut dibuka setelah makam Krembangan yang juga merupakan makam kolonial telah penuh.
Menurut dia, orang yang dimakamkan di De Begraafplaats Peneleh bukanlah warga biasa. "Orang yang dimakamkan disini hanya golongan bangsawan seperti pejabat atau orang-orang berpengaruh pada masa itu," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kuncarsono pun mengungkapkan, pengoperasian dan penggunaan Makam Belanda Peneleh tidak berlangsung lama. Setelah penuh, pada tahun 1923 komplek itu ditutup dan warga asing atau Belanda yang meninggal kala itu dikuburkan di makam Kembang-Kuning, di Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan.
"Tetapi bila ada abu anggota keluarga atau kerabat yang baru saja meninggal, masih dapat dikubur dalam beberapa lapisan di batu nisan yang sama dengan anggota keluarga sebelumnya," ujar Kuncarsono.
Wisatawan juga bisa melanjutkan tur sejarah di kawasan tersebut. Beberapa objek cagar budaya sarat nilai-nilai perjuangan menanti untuk dilihat seperti Rumah HOS Tjokroaminoto di Jalan Peneleh Gang VII, atau Rumah Kelahiran Bung Karno di Jalan Peneleh Gang Pandean IV.
Selain itu, karena lokasi Makam Peneleh sangat dekat dengan Jalan Jagalan dan Jalan Undaan, salah satu surga kuliner di Surabaya, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan berburu sejumlah menu khas Surabaya. Sebut saja nasi campur Undaan, nasi Bali, mie ayam, martabak kampung, kue pukis dan menyeduh kopi di beberapa kedai kawasan itu. SB/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!