Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Tuding G7 Ikut Campur dengan Menyerukan Denuklirisasi

📅 Jumat, 21 Apr 2023, 16:02 WIB | Oleh:
Korut Tuding G7 Ikut Campur dengan Menyerukan Denuklirisasi Doc: Freshnewsasia/Reuters
Ket. Bendera Republik Rakyat Demokratik Korea.

SEOUL - Posisi Korea Utara sebagai negara senjata nuklir akan tetap tak terbantahkan dan akan "melanjutkan tindakan yang sah" sampai ancaman militer dari Amerika Serikat dan sekutunya dihilangkan, kata media pemerintah Korea Utara KCNA, Jumat (21/4).

Dikutip dari Freshnewsasia, Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui mengeluarkan pernyataan yang mengkritik Amerika Serikat dan negara-negara G7 lainnya. Para menteri luar negeri G7 mengecam uji coba Korut pada 13 April atas apa yang dikatakan Pyongyang sebagai rudal balistik antarbenua berbahan bakar padat dan mendesak denuklirisasi pada akhir pertemuan mereka di Jepang pada Selasa (18/4).

Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir ketika negara yang terisolasi itu meningkatkan kegiatan militer, dan mengancam tindakan "yang lebih praktis dan ofensif" ketika pasukan AS dan Korea Selatan melakukan latihan militer musim semi tahunan.

Korea Utara bereaksi keras terhadap latihan itu, menyebutnya sebagai latihan untuk "perang nuklir habis-habisan."

Choe mengatakan status Korea Utara sebagai kekuatan nuklir adalah "final dan tidak dapat diubah," dan akan tetap menjadi "kenyataan yang tak terbantahkan" bahkan jika Washington dan pihak lain di Barat menyangkalnya.

Pengembangan senjata nuklir Pyongyang hanya dimaksudkan untuk menjaga dari ancaman AS, katanya. Ia mendesak Washington untuk menghentikan "kebijakan permusuhan" terhadap Korea Utara untuk memastikan keamanannya sendiri.

"Ini adalah ide anakronistik jika Anda berpikir bahwa hanya Washington yang memiliki hak dan kemampuan untuk melakukan serangan nuklir," kata dia seperti dikutip KCNA.

"Selama kami memiliki kekuatan untuk membalas ancaman nuklir AS, kami tidak akan pernah mencari pengakuan atau persetujuan dari siapa pun."

Choe menuduh negara-negara G7 secara ilegal mencampuri urusan dalam negeri Korea Utara dengan menuntut denuklirisasi, mengatakan Pyongyang akan mengambil tindakan keras jika mereka berusaha melanggar kedaulatan dan kepentingan fundamentalnya.

"Kmi akan melanjutkan semua tindakan sah yang diberikan kepada negara berdaulat mana pun sampai ancaman militer dari AS dan pasukan sekutunya benar-benar dihilangkan, dan lingkungan bermusuhan yang menghambat keberadaan dan pembangunan independen kami pada dasarnya berakhir,"" kata Choe.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.