Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Panda Raksasa Titipan Tiongkok Mati di Kebun Binatang Thailand

📅 Kamis, 20 Apr 2023, 12:05 WIB | Oleh:
Panda Raksasa Titipan Tiongkok Mati di Kebun Binatang Thailand Doc: AP/Apicart Weerawong
Ket. Lin Hui, seekor panda betina yang dipinjam dari Tiongkok untuk masa 10 tahun terlihat sedang makan bambu di Kebun Binatang Chiang Mai di provinsi Chiang Mai, Thailand utara, pada 23 September 2005.

BANGKOK - Seekor panda raksasa pinjaman dari Tiongkok, Lin Hui, mati mendadak di kebun binatang Chiang Mai Thailand, Rabu (19/4). Peristiwa itu terjadi enam bulan sebelum panda dipulangkan ke Tiongkok.

Penyebab kematian Lin Hui belum jelas diketahui namun pada Selasa pagi dia tampak sakit, hidungnya terlihat berdarah ketika dia berbaring setelah makan, kata Wutthichai Muangmun, direktur kebun binatang.

Lin Hui dilarikan ke tim dokter hewan gabungan Thailand-Tiongkok namun kondisinya memburuk hingga akhirnya meninggal pada Rabu pagi, katanya.

Tewarat Vejmanat, seorang dokter hewan yang berbicara pada konferensi pers yang disiarkan langsung di halaman Facebook kebun binatang tersebut, mengatakan bahwa panda tersebut, yang menjalani pemeriksaan kesehatan setiap hari, sudah berusia lanjut yaitu 21 tahun. Tidak ada tanda-tanda penyakit atau perbedaan apapun dalam perilakunya sebelum jatuh sakit.

"Tiongkok berduka atas kematian panda raksasa Lin Hui," kata Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok di Beijing.

Wang mengatakan, setelah mengetahui tentang penyakit panda itu, pihaknya "segera mengorganisir para ahli untuk membimbing pihak Thailand melalui tautan video untuk melakukan penyelamatan. Namun saying panda Lin Hui tidak dapat diselamatkan.Pihak berwenang segera membentuk tim ahli untuk melakukan penyelidikan bersama atas penyebab kematiannya.

Panda jantan pasangan Lin Hui, Chuang Chuang, yang dipelihara bersamanya di Kebun Binatang Chiang Mai, meninggal di sana pada 2019 di usia 19 tahun. Keduanya tiba di Chiang Mai pada 2003 dengan masa pinjaman 10 tahun yang kemudian diperpanjang selama 10 tahun lagi.

Pinjaman yang seolah-olah untuk tujuan penelitian dan konservasi, oleh Tiongkok umumnya dianggap sebagai tindakan persahabatan. Tiongkok telah mengirim panda ke banyak negara dalam sebagai contoh diplomasi soft power yang mencolok.

Ketika Chuang Chuang meninggal pada 2019, Menteri Lingkungan Hidup Thailand saat itu Varawut Silpa-archa mengatakan negara itu harus membayar 500.000 dolar kepada pemerintah Tiongkok sebagai kompensasi.Belakangan dilaporkan penyebab kematiannya adalah gagal jantung.

Direktur Kebun Binatang Wutthichai mengatakan, kebun binatang memiliki polis asuransi 15 juta baht (435.000 dolar) untuk Lin Hui, yang akan dikembalikan ke Tiongkok Oktober nanti.

Lin Hui dan Chuang Chuang memiliki seorang anak panda betina bernama Lin Ping, yang lahir pada 2009 melalui inseminasi buatan.Sebuah skema untuk mendorong mereka agar kawin secara alami dengan menunjukkan kepada mereka video panda berhubungan seks menjadi berita utama pada 2007. Lin Ping dikirim ke Tiongkok pada 2013 dalam kunjungan satu tahun untuk mencari pasangan, tetapi telah menetap di sana.

Harapan hidup panda raksasa di alam liar adalah sekitar 15 tahun, tetapi di penangkaran mereka hidup sampai usia 38 tahun. Upaya konservasi selama beberapa dekade di alam liar dan studi di penangkaran menyelamatkan spesies panda raksasa dari kepunahan, meningkatkan populasinya dari sebelumnya kurang dari 1.000 hingga lebih dari 1.800 di alam liar dan penangkaran.

Seorang influencer Tiongkok yang tinggal di Thailand yang mengidentifikasi dirinya sebagai Shanshan mengunjungi kebun binatang itu pada Selasa pagi dan mengunggah beberapa video Lin Hui di platform media sosial Tiongkok, Douyin.Salah satunya menunjukkan hidungnya yang tampak berdarah, dan bintik merah terlihat di lehernya.

Di klip lain, Lin HUi berbaring sambil menjilat hidungnya, dan ada jejak noda merah di lempengan beton di bawah kepalanya.Tangkapan layar dari video tersebut dibagikan secara luas oleh pengguna media sosial Thailand.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.