Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Perbedaan Waktu Idul Fitri, Saatnya Muslim Dunia Punya Kalendar Global Hijriah

📅 Rabu, 19 Apr 2023, 00:04 WIB | Oleh:

"Cukup kita ketik saja di Google. Kurang dari satu menit, Google memberitahu bahwa gerhana total matahari di 2073, 50 tahun dari sekarang, akan terjadi di tanggal 21-22 Februari. Lengkap pula dituliskan di negara mana total gerhana matahari itu bisa dilihat," ungkapnya.

Belum adanya kalender global hijriah, menurutnya, bukan karena ilmu pengetahun, namun pada pilihan interpretasi aturan, ego nasionalisme, maupun ego organisasi kemasyarakatan.

Denny pun mengutip salah satu hadits Nabi yang menyebut soal hilal untuk menentukan awal waktu dan akhir berpuasa. "Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang, maka genapkanlah (istikmal) menjadi 30 hari".

Yang jadi masalah, kata Denny, bagaimana cara melihat hilal, apakah dengan mata telanjang atau bisa dibantu teknologi canggih seperti teleskop dan satelit. Padahal, hadirnya ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini bisa digunakan untuk menghitung gerak benda alam raya hingga 50 tahun ke depan.

Mengutip pendapat Prof. Syamsul Anwar dari Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Denny menyebut tentang penerapan imkan rukyat, yaitu keterlihatan atau kemungkinan terlihat hilal di suatu tempat di muka bumi untuk diberlakukan ke seluruh dunia.

"Bisakah bumi secara keseluruhan dilihat sebagai satu kesatuan matlak (zona waktu saja)? Sehingga, apabila di suatu tempat di mana pun di muka bumi telah terjadi imkan rukyat, sudah terlihat hilal, maka itu dipandang berlaku bagi seluruh kawasan muka bumi?" ujarnya.

Upaya merumuskan kalender global bersama umat Islam sendiri sudah diserukan sejak puluhan tahun lalu. Pada 1958, seorang ahli hadis asal Mesir bernama Ahmad Muhammad Syäkir sudah menyatakannya. Menurut Syakir, memiliki kalender global bersama bagi umat Islam di seluruh dunia adalah keharusan. Bukan saja kalender itu berguna secara sosial, tapi juga memiliki implikasi hukum Islam sendiri.

Kalender itu bisa menentukan secara global agar awal dan akhir Ramadhan di seluruh dunia jatuh di tanggal dan hari yang sama. Tidak seperti sekarang di mana hari Idul Fitri jatuh di hari yang berbeda.

Pandangan ini juga bersandar pada hadis Nabi yang berbunyi, "Puasa itu adalah pada hari (semua) kamu berpuasa, dan idulfitri itu adalah pada hari (semua) kamu beridulfitri, dan iduladha itu adalah pada hari (semua) kamu beriduladha".

Menurutnya, hadis tersebut mengandaikan ada satu waktu ibadah yang sama untuk seluruh dunia. Namun, waktu yang sama hanya bisa dirumuskan jika umat Islam memiliki kalender hijriah global yang sama.

Denny menambahkan, berbagai pertemuan internasional sudah dilakukan untuk menyusun kalender global hijriah umat Islam, di antaranya pada 2016, di mana Badan Urusan Agama Republik Turkiye menyelenggarakan Seminar Internasional Penyatuan Kalender Hijriyah.

"Sudah ada pertemuan di tingkat menteri negara yang mayoritasnya Muslim dalam rangka kalender global bersama. Juga pertemuan ahli falak dunia muslim beberapa kali dibuat untuk keperluan tersebut," ungkapnya.

Terkait kalender global bersama umat Islam dunia, kata Denny, hanya mungkin terjadi jika disepakatinya lima prinsip. Pertama, diubahnya prinsip rukyat lokal menjadi rukyat global. Dengan begitu akan menghilangkan rukyat teritori yang selama ini berlaku di dunia Muslim, termasuk di Indonesia. Jika menggunakan rukyat global, maka yang terjadi di satu tempat juga menjadi rukyat di tempat lain di penjuru dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

43 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.