Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waduh Tinggi Sekali, Angka Pernikahan Dini di Sulbar Mencapai 11,70 Persen

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 05:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waduh Tinggi Sekali, Angka Pernikahan Dini di Sulbar Mencapai 11,70 Persen Doc: ANTARA/ M Faisal Hanapi
Ket. Rapat koordinasi pemerintah Sulbar dan pemerintah kabupaten Mamuju dalam upaya penanganan stunting di Mamuju, Jumat (14/4/2023).

Mamuju - Waduh tinggi sekali. Angka pernikahan anak usia dini di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mencapai 11,70 persen, sehingga dinilai menjadi penghambat pemerintah dalam melakukan penanganan stunting.

"Angka pernikahan dini di Sulbar mencapai 11,70 persen atau berada pada posisi ke delapan dari seluruh Provinsi di Indonesia dan menjadi penghambat dalam upaya menekan stunting," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Sulbar (Bappeda) Provinsi Sulbar, Junda Maulana, di di Mamuju, Jumat.

Kepala Bappeda Sulbar mengatakan, itu pada rapat koordinasi penanganan stunting di Kabupaten Mamuju.

Ia mengatakan, diperlukan langkah kolaborasi dari semua stakeholders maupun pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk menekan angka pernikahan usia dini di Sulbar.

"Pernikahan anak usia dini salah satu faktor pendorong tingginya resiko meningkatnya angka prevalensi stunting, sehingga pemerintah Sulbar juga melibatkan lintas sektor yakni tokoh agama dan tokoh masyarakat maupun TNI dan Polri, serta pemuda dan kaum perempuan, untuk penanganan pernikahan dini tersebut," katanya.

Sementara itu asisten II bidang ekonomi pembangunan Sekretariat kabupaten mamuju, Dr Hj Khatma Ahmad, juga menyampaikan koreksi secara tegas terhadap pola penanganan stunting di kabupaten Mamuju.

"Kurangnya sinergi dan kolaborasi dari semua stkeholders terkait di Mamujddanda seakan hanya berjalan parsial, juga perlu dievaluasi dalam upaya penanganan stunting di Mamuju," katanya.

Ia mengatakan, adanya kegiatan dari Dinas ketahanan Kabupaten Mamuju, berupa pemberian bantuan pangan bagi anak stunting yang dinilainya belum berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya, sehingga program penanganan stunting masih berjalan sendiri-sendiri.

Sehingga ia berharap, agar segala kelemahan penanganan stunting di Mamuju mesti dilakukan evaluasi sehingga upaya penanganan stunting dapat diwujudkan.

stunting di Sulbar yang angkanya masih mencapai 33,8 persen berdasarkan hasil studi status gizi (SDGI).

Menurut dia, kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulbar adalah Kabupaten Polman mencapai 36 persen kemudian disusul Kabupaten Majene mencapai 35,7 persen

Selain itu, Kabupaten Mamasa 33,7 persen, Kabupaten Mamuju 30,3 persen, Kabupaten Pasangkayu 28,6 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

46 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.