Kebun Raya Cibodas Destinasi Alam yang Menyegarkan
📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 06:15 WIB | Oleh: Haryo BronoKoleksi KRC ada yang memiliki umur mencapai 157 tahun yaituAraucaria Bidwillii Hookatau yang dikenal dengan nama bunya-bunya. Tanaman ini ditanam pertama kali pada 1866 sekaligus menjadi koleksi tanaman tertua.
NamaAraucariadiambil dari nama sebuah provinsi di Cile yang bernama Arauco, sedangkan nama jenisbidwilliidiambil dari nama John Carne Bidwill, seorang ahli botani Inggris. Sedangkan tempat asal tanaman ini adalah Queensland, Australia.
Nama bunya-bunya diberikan oleh suku asli Australia yaitu Aborigin. Tanaman ini juga punya beberapa nama lain seperti, Banza-tunza, Banua-tunya, boonya, bunyi, bahnua, bon-yi, bunya bunya, bunnia, bunya-bunya, dan bonyi-bonyi.
Di KRC memiliki beberapa taman tematik diantaranya taman lumut. Di sini terdapat 235 koleksi tumbuhan tumbuhan tingkat rendah yang umumnya berwarna hijau dan berukuran kecil. Lumut ataubryophytabiasanya dapat hidup di berbagai substrat seperti bebatuan, kayu, pepohonan, dan tanah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa jenis lumut yang dapat ditemukan dalam taman lumut di antaranya dari kelompok lumut daun (Bryum billardieri,Fissidens spp.,Hypnodendron sp.,Hypopterygium ceylanicum,Leucobryum javense,Plagiomnium succulentum,Rhodobryum giganteum, dan lainnya), lumut hati (Bazzania spp.,Cyathodium foetidissimum,Dumortiera hirsuta,Frullania sp.,Marchantia spp.,Plagiochila sp., dan sebagainya).
Taman tematik selanjutnya adalah Taman Rhododendro. Diresmikan pada 2002 atas inisiator kepala KRC kala itu yaitu Drs R Subekti Purwantoro. Taman seluas 5.000 meter persegi dibangun untuk mengoleksikan berbagai tanaman Rhododendron yang ada di KRC yang berasal dari berbagai daerah dan negara.
Rhododendron atau orang sering menyebutnya dengan Azalea ini merupakan tanaman berbentuk semak. Ketinggian di bawah satu meter dan hidup ditempat yang beriklim sedang di ketinggian antara 800-2400 mdpl.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada saat itu ada 3 jenis Rhododendron yang ditanam yaituRhododendron javanicumdari Jawa,Rhododendron macgregoriaedari Papua, danRhododendron mucronatumdari Jepang.Rhododendron javanicum(Azalea Jawa), memiliki bunga orange dengan struktur bunganya yang cantik dan tahan rontok hingga satu pekan meskipun telah dipotong.
Taman tematik selanjutnya adalah Taman Paku-pakuan. Dengan luas 2.000 meter persegi taman ini memiliki 104 jenis tanaman paku. Sebagian besar tumbuhan paku atauPteridophyta, yang ada umumnya berasal dari Pulau Jawa.
Tumbuhan yang berkembang dengan spora dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias sepertiPlatycerium nidus(paku tanduk rusa),Asplenium nidus(paku sarang burung) danSelaginella sp(paku rane). Ada juga yang dimanfaatkan sebagai sayuran, yakni pakuDiplazium proliferumdimana tunas paku yang tumbuh di atas daun bisa ditumis.
Di KRC terdapat rumah kaca yang letaknya berada di dekat kolam. Tempat ini menjadi tempat bagi proses pembibitan tanaman di kawasan kebun raya. Rumah kaca ini menyimpan berbagai jenis tanaman kaktus dan anggrek bahkan beberapa tanaman langka bisa dilihat. Setidaknya ada sekitar 4 ribuan contoh tanaman, ada 350 jenis kaktus dan 360 tanaman anggrek yang tersimpan di rumah kaca ini.
Jangan lupa mampir ke lokasi bunga bangkai yang dekat dengan rumah kaca ini. Selain taman-taman, Kebun Raya Cibodas juga mengoleksi bunga bangkai (Amorphophallus titanum Becc). Bunga ini pertama kali ditanam di Cibodas pada 2000. Pertama kali bunga bangkai berbunga yaitu pada 2003 dengan tinggi bunga mencapai 3,17 meter.
Tanaman ini memiliki 3 siklus hidup yaitu masa daun, masa dorman/istirahat, dan masa bunga. Tanaman ini hanya dapat berbunga dalam kurun waktu sekitar 4 tahun sekali sehingga wisatawan perlu mendapatkan mencari informasi kapan bunga tersebut mekar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!