Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ip Man Wing Chun Exhibition Jakarta Sajikan Warisan Legendaris

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 23:06 WIB | Oleh:
Ip Man Wing Chun Exhibition Jakarta Sajikan Warisan Legendaris Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Ilustrasi silsilah Wing Chun IP Man ditampilkan saat eshibisi yang digelar oleh Komunitas Wing Chun Friendship di K Mall, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 24 Januari hingga 22 Februari 2026.

JAKARTA - Sebagai salah satu aliran seni bela diri tradisional Tiongkok yang berpengaruh luas, Wing Chun Ip Man terus diwariskan lintas generasi.

Semangat pelestarian tersebut tercermin dalam Ip Man Wing Chun Exhibition yang digelar oleh Komunitas Wing Chun Friendship di K Mall, Kemayoran, Jakarta Pusat, dari 24 Januari hingga 22 Februari.

Perhelatan ini merupakan upaya untuk memperkenalkan seni bela diri tradisional Tiongkok aliran Wing Chun garis Ip Man kepada masyarakat luas.

Awal mula Wing Chun

Dalam versi yang dipopulerkan oleh aliran Ip Man, Wing Chun diturunkan oleh seorang wanita bernama Yim Wing Chun.

Kisah ini bermula dari seorang biksuni Shaolin bernama Ng Mui yang melarikan diri dari kejaran Dinasti Qing. Di sebuah desa di Yunnan, Ng Mui bertemu dengan Yim Yee dan putrinya, Yim Wing Chun.

Suatu hari, Wing Chun mengadu bahwa dirinya dipaksa menikah oleh seorang preman setempat. Menyadari bahwa turun tangan secara langsung bisa membahayakan persembunyiannya, Ng Mui memilih jalan lain. Dia mengajarkan teknik bela diri yang sederhana, efektif, dan efisien, yang dirancang agar seorang perempuan bertubuh lebih kecil mampu mengalahkan lawan yang lebih besar dan kuat.

Wing Chun berlatih dengan tekun hingga akhirnya berhasil mengalahkan preman tersebut. Ilmu itu kemudian diwariskan kepada suaminya, Leung Bok Cho, dan diteruskan secara turun-temurun hingga sampai kepada Leung Jan, seorang tabib dan pendekar terkenal di Foshan.

Dari Leung Jan, ilmu ini diwariskan kepada Chan Wah Shun dan Leung Bik, dua nama penting dalam silsilah yang kelak membentuk perjalanan seorang tokoh besar, Ip Man.

Ip Man, yang memiliki nama asli Ip Kaiman dan lahir di Foshan pada 1 Oktober 1893, mulai belajar Wing Chun sejak usia muda di bawah Chan Wah Shun. Setelah gurunya wafat, dia melanjutkan latihan bersama Ng Chung-sok dan kemudian menyempurnakan tekniknya bersama Leung Bik saat menempuh pendidikan di Hong Kong.

Kembali ke Foshan, Ip Man sempat bekerja sebagai perwira polisi pada era Kuomintang. Namun, situasi politik memaksanya hijrah ke Hong Kong pada 1949. Di sanalah dia mulai mengajarkan Wing Chun secara terbuka.

Tonggak sejarah penting terjadi pada 24 Agustus 1967 ketika Ip Man bersama murid-muridnya mendirikan Ving Tsun Athletic Association (VTAA) di Hong Kong. Organisasi ini menjadi asosiasi Wing Chun pertama dan tertua di dunia, sekaligus pusat resmi pelestarian Wing Chun garis Ip Man hingga saat ini.

Nama Ip Man semakin mendunia ketika kisah hidupnya diangkat ke layar lebar melalui film yang dibintangi Donnie Yen. Popularitas film tersebut turut mengangkat kembali minat dunia terhadap Wing Chun, seni bela diri yang juga pernah dipelajari oleh Bruce Lee.

20260219215921_2.jpg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.