Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Masih Jadi Titik Terang di Tengah Ketidakpastian Global

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Indonesia Masih Jadi Titik Terang di Tengah Ketidakpastian Global Doc: ISTIMEWA
Ket. FEBRIO KACARIBU Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu - Pemerintah terus berupaya menjaga momentum pemulihan dan stabilitas perekonomian nasional.

JAKARTA - Kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu titik terang di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2023, lembaga itu merevisi ke atas pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2023 dari 4,8 persen menjadi 5 persen dan perkiraan untuk tahun 2024 cukup sehat di tingkat 5,1 persen.

"Pemerintah terus berupaya menjaga momentum pemulihan dan stabilitas perekonomian nasional," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (14/4).

Seperti dikutip dari Antara, dengan kontribusi permintaan domestik yang besar, berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi agar tetap berada pada level moderat menjadi sangat krusial untuk terus menjaga momentum pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Ke depan, IMF melihat berbagai risiko perekonomian global masih dominan dengan potensi hard landing jika risiko semakin eskalatif. Risiko utama berasal dari tekanan sektor keuangan, tekanan utang, eskalasi perang di Ukraina yang dapat memicu kenaikan harga komoditas, tingkat inflasi inti yang persisten tinggi, serta fragmentasi geo-ekonomi.

Beberapa rekomendasi kebijakan dari IMF untuk negara-negara dalam menavigasi perekonomian global yang semakin menantang, antara lain kebijakan pengetatan moneter dapat berlanjut dengan tetap menjaga stabilitas keuangan serta dukungan fiskal terus diprioritaskan untuk melindungi kelompok paling rentan dengan tetap menjaga kesinambungan fiskal.

Kerja Sama Multilateral

Kemudian, lembaga yang bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat, ini turut merekomendasikan pentingnya penguatan kebijakan struktural dan kerja sama multilateral demi mewujudkan perekonomian global yang lebih berdaya tahan.

Dalam menghadapi berbagai ketidakpastian, Febrio menyampaikan pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang tinggi untuk melanjutkan berbagai kebijakan yang bijaksana, namun tetap suportif dalam penguatan fondasi ekonomi.

Di tahun 2022, defisit fiskal Indonesia telah kembali ke level di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau satu tahun lebih cepat dibanding rencana awal, yang menunjukkan sikap kehati-hatian dan kredibilitas di tengah peningkatan risiko global.

Meski demikian, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih tetap memberi perhatian utama pada beberapa area vital, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan perlindungan sosial, akselerasi infrastruktur, peningkatan efektivitas desentralisasi fiskal, serta reformasi birokrasi.

"Ke depan, pemerintah Indonesia akan terus menjalankan kebijakan yang antisipatif dalam menghadapi turbulensi perekonomian global dengan tetap mengawal rencana pembangunan jangka menengah-panjang antara lain melalui melalui reformasi struktural," tutup Febrio.

Sebelumnnya, Asisten Direktur Departemen Western Hemisphere IMF, Cheng Hoon Lim, mengatakan IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia tetap kuat dan tumbuh lima persen pada tahun 2023. "Pemulihan yang lebih cepat di Tiongkok atau meredanya tekanan inflasi global dapat memperkuat permintaan ekspor Indonesia," katanya.

Meski demikian, Lim menuturkan terdapat beberapa tantangan yang harus diperhatikan seperti pengetatan kondisi keuangan global secara tiba-tiba atau perlambatan global yang melemahkan neraca perdagangan dapat menekan rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.