Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Konten Kreator Diajak Membuat Video Menarik dan Inspiratif

📅 Jumat, 14 Apr 2023, 09:36 WIB | Oleh:
Para Konten Kreator Diajak Membuat Video Menarik dan Inspiratif Doc: Istimewa
Ket. Webinar bertema Produksi Konten Video di Era Digital yang digelar dalam rangka menyambut Dies Natalis Akademi Televisi Indonesia (ATVI) ke-25, di Jakarta, Kamis (13/4/).

JAKARTA - Para konten kreator diajak untuk tidak lelah membuat dan menayangkan konten-konten yang positif, baik, menggugah, dan membangun optimisme publik. Tayangan yang demikian bukan saja sangat positif, tetapi menginspirasi semua yang melihat untuk melakukan hal yang sama seperti di dalam konten yang ditayangkan tersebut.

Demikian dikatakan Ketua Asosiasi Sutradara Televisi Indonesia, Agung Cahyono ketika tampil sebagai nara sumber seri webinar ketiga, bertema Produksi Konten Video di Era Digital yang digelar dalam rangka menyambut Dies Natalis Akademi Televisi Indonesia (ATVI) ke-25, di Jakarta, Kamis (13/4/).

"Selama ini banyak tayangan yang membuat masyarakat gelisah, takut, bahkan menimbulkan kengerian. Nah, yang demikian itu harus kita hindarkan. Manfaatkan kemudahan di era digital ini untuk

Menurut siaran persnya, webinar selama satu jam lebih dimoderatori oleh mahasiswa ATVI, Ayda Chairunissa menarik peserta mengingat panitia menyediakan hadiah istimewa berupa tiga buku terbitan Prenada Media bagi penanya terbaik.

Karena itu ketika sesi tanya jawab dibuka, banyak pertanyaan dilontarkan peserta terkait pembuatan konten video untuk ditayangkan ke media sosial. Hingga webinar berakhir, lebih 150 peserta masih setia mengikuti. Jumlah peserta yang cukup banyak ini karena dukungan aplikasi Ngampooz.

Agung menyoroti era digital dalam kerangka perkembangan televisi saat ini, perilaku penonton yang berubah, dan tentunya bagaimana konten video di era yang serba digital. Selain perubahan perilaku menonton televisi yang dipicu berkembangnya teknologi digital dan makin masifnya penggunaan media sosial.

"Kalau kita perhatikan, pengelola stasiun TV kini juga mengikuti arus perubahan. Konten siaran stasiun TV konvensional juga membuat untuk format lain yang sesuai keinginan masyarakat dalam bentuk konten yang ditayangkan di media sosial mereka dan saluran televisi berlangganan," katanya.

Soal kegiatan menonton televisi, Agung mengutip Morley, 1995 yang menyebutkan, menonton televisi adalah proses aktif, baik antar partisipan maupun partisipan dan televisi yang di dalamnya audiens aktif memilih, memakai, menafsir, dan mengawasi material-material yang dikonsumsinya

"Jadi menonton berarti aktivitas melihat sesuatu dengan pikiran, ketika terjadi engagement antara televisi dan audiens, maka terciptalah koneksi emosional di dalamnya, entah outputnya berupa kesenangan, kepuasan, amarah, tawa, kesedihan, keinginan, dan lain-lain," ujar Agung.

Aguang menyebut, engagement yang terbangun antara televisi dan penonton, entah itu program acara dengan sistem multicam atau single cam, tidak terlepas dari wawasan visual image dan skill sutradara televisi dalam menyampaikan pesannya.

Karena perkembangan era digital yang sudah merasuki semua bidang kehidupan, secara otomatis, perilaku masyarakat pun, kata Agung, berubah. Menurutnya, masyarakat bergeser dari citizen menjadi netizen (karena akses digital dan dukungan teknologi yang semakin merata serta terbuka)

"Tuntutan dan gaya hidup akhirnya berubah, mobilitas masyarakat menjadi tinggi media baru pun semakin berkembang. media baru dianggap sebagai oase bagi aktualisasi diri dan dukungan bagi peradaban manusia (terutama setelah masa pandemi dimulai). Contoh dukungan dalam bidang ekonomi retail melalui marketplace, sosial media, self/ personal branding melalui social media content, dan bidang komunikasi melalui chat dan messenger app, dan lai-lain," papar Agung.

Masih dalam konteks konten video, Agung memaparkan soal digital storytelling, karakteristiknya, contohnya, serta dampaknya yang luar biasa. "Salah satu karakteristik digital storytelling adalah sifatnya yang personal (berdasarkan pengalaman atau gaya atau ketertarikan si kreator), menggugah, menghibur, inspiratif," kata Agung.

Sementara itu Direktur ATVI, Melitina Tecoalu mengatakan, webinar ini sangat menarik dan kontekstual dengan perkembangan era digital saat ini. Karena itu, bagi khalayak, khususnya mahasiswa, banyak yang hal yang bisa dikerjakan untuk membuat konten-konten video yang berguna bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.