Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menaker: Anggaran Magang Nasional 2026 Masih Difinalisasi, Uang Saku 100 Persen Ditanggung Pemerintah

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 13:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menaker: Anggaran Magang Nasional 2026 Masih Difinalisasi, Uang Saku 100 Persen Ditanggung Pemerintah Doc: Antara
Ket. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meninjau pelaksanaan Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin Medan, Sumatera Utara, akhir April 2026.

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan saat ini pemerintah masih berada dalam tahap finalisasi anggaran menjelang pelaksanaan program Magang Nasional (MagangHub) tahun 2026.

“Kondisi saat ini, tentu fase terakhirnya itu adalah terkait dengan anggaran. Ini yang sekarang sedang difinalisasi, dan kita masih menunggu dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg). Itu gambaran kondisi saat ini untuk persiapan angkatan dua program Magang Nasional,” ungkap Menaker Yassierli dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI di Jakarta, Kamis (18/6).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa uang saku bagi para peserta Magang Nasional tahun ini masih sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, tidak berbagi beban (burden sharing) dengan perusahaan mitra, sebagaimana sempat diwacanakan beberapa waktu lalu.

“Ada wacana awalnya bahwa uang sakunya (peserta) itu sharing (dengan perusahaan mitra). Tapi akhirnya kami memutuskan sama seperti angkatan (Magang Nasional) pertama. Jadi 100 persen ditanggung oleh pemerintah,” ujar Yassierli.

Selain itu, pemerintah juga telah mengonfirmasi bahwa jumlah peserta yang merupakan lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dalam pelaksanaan Magang Nasional angkatan kedua atau tahun 2026 adalah sebanyak 150 ribu orang.

“Hasil rapat lintas kementerian, sebenarnya secara prinsipal itu kita sudah menyetujui bahwa, pertama, adalah peningkatan jumlah peserta, yang awalnya (pada tahun 2025) sebanyak 100 ribu, kemudian (tahun 2026) 150 ribu (peserta),” kata Menaker.

Sementara itu, tahap pertama pelaksanaan Magang Nasional tahun 2026 sendiri direncanakan dimulai pada Juli mendatang dengan target awal sekitar 50 ribu orang peserta.

Program selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap hingga memenuhi target nasional yang telah ditetapkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.