Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penghitungan 'Stunting' di Sejumlah Daerah 'Misleading'

📅 Sabtu, 08 Apr 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Penghitungan 'Stunting' di Sejumlah Daerah 'Misleading' Doc: ANTARA/M. BAQIR IDRUS ALATAS
Ket. Menteri/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa

JAKARTA - Penghitungan stunting di sejumlah daerah misleading (menyesatkan). Diharapkan di dalam menghadapi dan mengurangi jumlah stunting ini jangan bicara soal angka saja, karena beberapa kali di sejumlah daerah ditemukan cara menghitung stunting menyesatkan.

"Saya beberapa kali di sejumlah daerah menemukan cara menghitung stunting itu misleading. Jadi ngapusi saja itu adanya, tidak bisa lagi seperti ini," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, pada Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2023 yang dipantau secara virtual, Jakarta, Kamis (6/4).

Seperti dikutip dari Antara, Suharso mengatakan bukan berarti anak pengidap stunting yang telah berumur lebih dari lima tahun maka tidak masuk lagi dalam kategori stunting di dalam numerik. Suharso menganggap pandangan tersebut aneh.

"Lalu masuk lagi populasi bayi yang baru, setelah itu baru dihitung berapa yang stunting dari populasi itu. Saya kira banyak hal yang perlu diluruskan," katanya.

Sementara itu, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menekankan pentingnya memperkuat edukasi tentang peran penting perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam upaya mencegah stunting.

"Kementerian/lembaga hingga pemda perlu terus memperkuat edukasi mengenai peran PHBS dalam mencegah stunting," kata Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kemenko PMK, Jelsi Natalia Marampa.

Sangat Penting

Jelsi menjelaskan PHBS sangat penting untuk mencegah stunting pada balita, karena dapat mencegah diare dan penyakit lainnya. "Perilaku hidup bersih dan sehat meliputi mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengonsumsi air minum aman," katanya.

Jelsi menambahkan, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir perlu dilakukan sebelum menyiapkan makanan, setelah dari toilet atau membersihkan kotoran bayi/anak. "Orang tua perlu memberi makan bayi dengan tangan, peralatan, dan cangkir bersih, serta menyimpan makanan di tempat bersih dan aman," katanya.

Selain PHBS, kata dia, Kemenko PMK juga mendorong penerapan gizi seimbang untuk pencegahan dan penanganan stunting.

"Gizi seimbang didapatkan dengan mengonsumsi makanan pokok, protein hewani dan nabati, sayur dan buah, dengan proporsi seimbang. Kebutuhan protein hewani dan nabati sangat tinggi pada masa emas pertumbuhan anak," katanya.

Untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait PHBS dan gizi seimbang, kata dia, diperlukan edukasi, penyuluhan, dan konseling perubahan perilaku hidup bersih dan sehat serta penerapan gizi seimbang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.