Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Cara Agar Budi Daya Ikan di Indonesia Tak Merusak Lingkungan

📅 Kamis, 06 Apr 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Nah, supaya target produksi dan perbaikan ekosistem mangrove bisa beriringan, pemerintah harus berhati-hati merencanakan pertumbuhan. Strategi penambahan produksi semestinya berfokus pada intensifikasi - pemakaian lahan serta sumber daya yang ada - dibandingkan perluasan kawasan atau ekstensifikasi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan juga harus berkolaborasi dengan pemerintah provinsi untuk memastikan perencanaan yang selaras dengan beraneka prioritas pembangunan di daerah.

Ada sekitar 27 provinsi di Indonesia yang memiliki Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K). Pemerintah harus memastikan dokumen tersebut memiliki batas zona-zona yang jelas dan dievaluasi setiap tahun. Pemantauan diperlukan untuk mempertimbangkan risiko perubahan garis pantai akibat kenaikan air laut, ataupun karena alasan lainnya.

Otoritas juga mesti rajin mengumpulkan dan memperbarui data kawasan perairan dan pesisir seperti sumber daya perairan, habitat, dan pengguna zonanya. Data harus terkumpul dalam format yang mudah digunakan, supaya gampang diakses oleh berbagai kementerian maupun lembaga.

Pengelolaan data yang memadai akan meningkatkan kualitas perencanaan sektor perikanan budi daya. Data ini juga harus mencakup ekosistem perikanan yang vital seperti mangrove ataupun padang lamun, ataupun prioritas kawasan lainnya yang mungkin dapat tumpang tindih seperti pariwisata ataupun pelayaran.

2. Kebijakan yang mencakup berbagai kegiatan budi daya

Akuakultur yang mencakup beragam jenis budi daya membutuhkan sistem pengelolaan khusus agar tak merusak lingkungan. Misalnya, riset menunjukkan bahwa budi daya rumput laut di kawasan Indonesia timur mengakibatkan kerusakan ekosistem padang lamun. Hal ini sangat disayangkan karena lamun berperan penting bagi makhluk perairan sekaligus menyerap emisi karbon.

Selain itu, pemerintah juga membutuhkan strategi untuk mencegah sekaligus mengatasi penyebaran penyakit yang dapat menghambat produktivitas budi daya rumput laut. Di pesisir Konawe, Sulawesi Tenggara, produksi rumput laut berkurang lantaran wabah penyakit "ice-ice" atau pemutihan rumput laut.

Untuk memastikan pertumbuhan industri rumput laut yang lestari dan bertanggung jawab, otoritas harus menyusun kebijakan-kebijakan yang cocok. Ini dapat dimulai dengan pendataan lokasi yang cocok untuk budi daya maupun pengolahan rumput laut di dalam negeri supaya nilai tambah industri ini bertambah.

Pemerintah juga dapat memacu pegiat industri untuk mengolah produk rumput lautnya di tanah air. Harapannya, nilai ekspor rumput laut jauh meningkat sehingga lebih menguntungkan warga yang terlibat dalam industri ini.

3. Akses untuk peningkatan keahlian

Sektor perikanan budi daya berpotensi menyerap banyak tenaga kerja terampil, bahkan di kawasan perdesaan di daerah terluar.

Sayangnya, produktivitas sektor ini masih rendah, dengan produksi rata-rata yang kurang dari 1 ton per pebudi daya pada 2016. Angka ini masih jauh lebih rendah dibandingkan Cina ataupun Norwegia, dengan produktivitas masing-masing mencapai 10 dan 165 ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

39 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

45 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.