Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiga Cara Agar Budi Daya Ikan di Indonesia Tak Merusak Lingkungan

📅 Kamis, 06 Apr 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiga Cara Agar Budi Daya Ikan di Indonesia Tak Merusak Lingkungan Doc: The Conversation/Flickr/Jean-Marie Hullot
Ket. Budi daya rumput laut di Nusa Lembongan, Bali.

Ines Ayostina, Yale University dan Lucentezza Napitupulu, Universitas Indonesia

Sektor perikanan budi daya (akuakultur) Indonesia memproduksi jauh lebih banyak ikan dibandingkan sektor perikanan tangkap. Pertumbuhannya juga luar biasa, dari volume produksi sekitar 2,4 juta ton hingga 6,4 juta ton pada 2010 dan 2019.

Di tingkat global, seiring sektor perikanan tangkap yang melambat, produksi makanan laut (seafood) mulai beralih ke perikanan budi daya. Dari total makanan laut global yang terhidang, sekitar 49% di antaranya berasal dari perikanan budi daya.

Menyadari tren ini, pemerintah Indonesia menargetkan kenaikan volume produksi tahunan sektor perikanan budi daya hingga 10,4% pada 2024.

Kendati demikian, pesatnya pertumbuhan berisiko merusak lingkungan. Misalnya, perikanan budi daya selama ini menyebabkan kehilangan ataupun kerusakan ekosistem mangrove. Limbah yang mencemari perairan laut maupun tawar akibat akuakultur juga menjadi persoalan.

Laporan terbaru kami berjudul Trends in Marine Resources and Fisheries Management in Indonesia: A Review yang diterbitkan World Resources Institute Indonesia menunjukkan bagaimana ketahanan pangan Indonesia turut bergantung pada sektor akuakultur.

Laporan kami menemukan bahwa, hampir separuh boga bahari Indonesia berasal dari hasil budi daya air tawar, payau, ataupun marikultur (budi daya di laut). Sekitar 70% produk perikanan air tawar juga dikonsumsi di dalam negeri.

Seiring dengan itu, laporan kami mengulas sejumlah tantangan untuk mencapai perikanan budi daya yang lestari. Ada tiga aspek yang patut diperhatikan agar sektor perikanan budi daya bertumbuh secara lestari.

Kami berfokus pada budi daya udang dan rumput laut. Sebabnya, udang adalah produk akuakultur unggulan sekaligus salah satu komoditas ekspor terbesar Indonesia. Sedangkan budi daya rumput laut adalah sektor yang berpotensi tumbuh pesat sekaligus menjadi sumber kesejahteraan warga pesisir berpenghasilan menengah ke bawah.

1. Perencanaan secara gotong royong dan konsisten

Indonesia berpeluang untuk memperbaiki sekaligus memulihkan kawasan akuakultur yang rusak, terutama budi daya udang. Sektor ini merupakan penyebab utama kerusakan mangrove di tanah air.

Degradasi paling parah terjadi di sepanjang pantai utara Jawa, pantai timur Kalimantan, dan pesisir Sulawesi sebelah tenggara.

Di tengah persoalan itu, pemerintah masih berambisi untuk menggandakan produksi udang budi daya hingga 2 juta ton pada 2024. Target ini, jika tidak dilandasi perencanaan yang memadai, mengancam kelestarian ekosistem mangrove tanah air.

Untuk meredam risiko tersebut, pemerintah sebenarnya menerbitkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2017 yang menargetkan pemulihan mangrove seluas 1,8 juta hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.