Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Santri Dukung Ganjar Gelar Pelatihan Mengolah Kopi dan Doa Bersama di Kabupaten Bandung

📅 Rabu, 05 Apr 2023, 19:57 WIB | Oleh:
Santri Dukung Ganjar Gelar Pelatihan Mengolah Kopi dan Doa Bersama di Kabupaten Bandung Doc: Istimewa
Ket. Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) menggelar pelatihan mengolah kopi bagi para santri dan warga di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Assaroji, Kampung Pereng, Desa Cikawo, Pacet, Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/4/2023). Sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo tersebut terus berkomitmen merangkul dan memberdayakan para santri di Indonesia dengan mengembangkan minat dan bakat mereka agar terus berkreasi.

Bandung - Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) terus berkomitmen merangkul dan memberdayakan para santri di Indonesia dengan mengembangkan minat dan bakat mereka agar terus berkreasi.

Kali ini, sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo tersebut menggelar pelatihan mengolah kopi bagi para santri dan warga di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Assaroji, Kampung Pereng, Desa Cikawo, Kabupaten Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (5/4/2023).

"Kami menggelar pelatihan mengolah kopi dari hilir ke hulu bagi para santri Ponpes Miftahul Huda Assaroji dan warga sekitar. Kami juga mengadakan doa bersama warga di Kecamaten Pacet, Kabupaten Bandung," ungkap Koordinator Wilayah SDG Jawa Barat Ach Hakiki di sela-sela kegiatan ini di lokasi.

Dia mengatakan, dalam menggelar kegiatan tersebut, pihaknya terinspirasi dari sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang merakyat dan peduli terhadap santri.

"Kami terinspirasi dari sosok Pak Ganjar. Beliau adalah sosok yang merakyat. Beliau sangat baik untuk dijadikan contoh sehingga kami melaksanakan kegiatan bersama santri dan masyarakat," ujarnya.

Sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo tersebut juga mengajak warga di sekitar ponpes ini untuk ikut berpartisipasi dalam pelatihan yang dapat membuka peluang usaha, yaitu pengolahan kopi.

"Kopi itu nanti bukan hanya santri dan pondok pesantren yang melakukan pengolahan, jual beli, dan sebagainya, melainkan warga sekitar juga ikut berpartisipasi," ungkapnya.

Diketahui, ponpes tersebut telah menghasilkan biji kopi yang nantinya bisa diolah menjadi bubuk kopi yang siap dikonsumsi. "Karena Bandung adalah salah satu kabupaten yang hasil kopinya cukup baik di Indonesia. Sehingga cocok untuk dibawa dan diperkenalkan di daerah lain di Indonesia," ujarnya.

Hakiki menjelaskan SDG mencoba mengadakan pelatihan tersebut, salah satunya, menambah wawasan para santri agar makin kreatif dan inovatif dalam mengolah kopi. Jadi, mereka tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga diberi bekal untuk dapat membuka usaha ke depannya setelah lulus dari ponpes.

"Tujuannya adalah untuk menunjang kreativitas santri. Jadi, bagaimana caranya santri setelah selesai dari pondok pesantren mendapat ilmu yang beragam, tidak hanya ilmu agama, tetapi juga ilmu lain yang menunjang proses keberlangsungan hidupnya setelah dari pesantren," ujarnya.

Hakiki berharap, setelah diberi bekal melalui pelatihan ini, para santri Ponpes Miftahul Huda Assaroji dan warga setempat ke depan bisa menjadi pengusaha kopi.

"Mereka juga dapat membuka usaha-usaha kopi seperti membuka kedai kopi. Bahkan, mereka nantinya bisa mengekspor kopi dan lebih mengenalkan kopi dari Kabupaten Bandung," ujarnya.

Hakiki juga berharap ponpes dan para santrinya di Kabupaten Bandung bisa terus berkreasi dan mengasah kemampuan mereka di bidang kopi.

"Semoga pondok pesantren dan para santri di Kabupaten Bandung, khususnya Kecamatan Pacet, bisa terus berkreasi dengan baik, bisa mengeksplor hasil tani di wilayah sekitar," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.