Isu Lingkungan dan Teknologi Ancam Kendaraan Listrik Berbasis Nikel RI
📅 Selasa, 04 Apr 2023, 11:55 WIB | Oleh: Tim PenulisSaat ini, Indonesia tengah menegosiasikan perjanjian dagang dengan Uni Eropa (IEU CEPA). Dengan beberapa sengketa dagang yang sudah dan tengah berlangsung, memastikan perjanjian dagang Indonesia dan Uni Eropa cepat terselesaikan menjadi sebuah tantangan. Meski demikian, pemerintah harus terus menempatkan pentingnya mendapatkan akses pasar Uni Eropa ketika bernegosiasi.
Demikian juga dengan AS. Selain mendekati investor seperti Tesla, Indonesia perlu melobi AS agar bisa mendapatkan stimulus Inflation Reduction Act. Perjanjian dagang dengan Australia juga akan membantu Indonesia tidak hanya mendapatkan akses pasar, tapi juga lithium yang penting bagi komponen baterai.
Dengan banyaknya komitmen investasi sel baterai di Indonesia, Indonesia harus memastikan akses pasar agar skala ekonomis dapat tercapai dan tidak terjadi kelebihan pasokan di dalam negeri.
Indonesia juga perlu memiliki perhitungan untung rugi dari intervensi yang dilakukan. Sulit menggunakan nilai ekspor sebagai indikator, mengingat besarnya fasilitas fiskal yang diberikan pada investor dan subsidi untuk konsumen. Kita juga harus waspada terhadap dominasi sejumlah kecil investor terhadap keseluruhan rantai nilai hilirisasi nikel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia sudah cukup sukses dalam mengelola nikel. Tantangan ke depan masih ada, namun modal sebagai pemilik nikel terbesar masih menjadi aset utama. Apa yang dilakukan pemerintah Indonesia saat ini akan menentukan masa depan hilirisasi nikel Indonesia.![]()
Krisna Gupta, Associate reasearcher at CIPS and a lecturer at International Trade faculty, Politeknik APP Jakarta
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!