Medan Magnet Bumi Alami Anomali di Wilayah Atlantik Selatan
📅 Jumat, 31 Mar 2023, 06:40 WIB | Oleh: Haryo BronoSabuk van Allen menahan partikel untuk bergerak di sepanjang garis medan magnet bumi, terus menerus memantul bolak-balik dari kutub ke kutub. Sabuk terdalam dimulai sekitar 400 mil dari permukaan Bumi, yang menjaga radiasi partikelnya pada jarak yang sehat dari Bumi dan satelit yang mengorbitnya.
Namun, ketika badai partikel yang sangat kuat dari Matahari mencapai Bumi, Sabuk Van Allen dapat menjadi sangat berenergi dan medan magnet dapat berubah bentuk, memungkinkan partikel bermuatan menembus atmosfer.
"SAA yang teramati juga dapat diartikan sebagai konsekuensi dari melemahnya dominasi medan dipol di wilayah tersebut," kata Weijia Kuang, ahli geofisika dan matematikawan di Laboratorium Geodesi dan Geofisika Goddard. "Lebih khusus lagi, medan lokal dengan polaritas terbalik tumbuh kuat di wilayah SAA, sehingga membuat intensitas medan menjadi sangat lemah, lebih lemah dari wilayah sekitarnya," ujar diapada laman NASA.
Meskipun Anomali Atlantik Selatan muncul dari proses di dalam Bumi, namun memiliki efek yang jauh melampaui permukaan Bumi. Wilayah itu bisa berbahaya bagi satelit orbit rendah Bumi yang melewatinya. Jika sebuah satelit ditabrak oleh proton berenergi tinggi, ia dapat mengalami hubungan pendek dan menyebabkan peristiwa yang disebut gangguan peristiwa tunggal (single event upset/SEU).
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini dapat menyebabkan fungsi satelit mengalami gangguan sementara atau dapat menyebabkan kerusakan permanen jika komponen utama terkena. Untuk menghindari kehilangan instrumen atau seluruh satelit, operator biasanya mematikan komponen yang tidak penting saat melewati SAA.
Memang, Ionospheric Connection Explorer NASA secara teratur melakukan perjalanan melalui wilayah tersebut sehingga misi terus memantau posisi SAA. Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang berada di orbit rendah Bumi, juga melewati SAA. Itu terlindungi dengan baik, dan astronot aman dari bahaya saat berada di dalam.
Namun, ISS memiliki penumpang lain yang terpengaruh oleh tingkat radiasi yang lebih tinggi. Instrumen seperti misi Investigasi Dinamika Ekosistem Global (Global Ecosystem Dynamics Investigation/GEDI), mengumpulkan data dari berbagai posisi di luar ISS.
Sebaiknya Anda baca juga:
"SAA menyebabkan 'kedipan' pada detektor GEDI dan menyetel ulang papan daya instrumen sebulan sekali," kata Bryan Blair, wakil penyelidik utama misi dan ilmuwan instrumen, dan ilmuwan instrumen lidar di Goddard. "Peristiwa ini tidak membahayakan GEDI," lanjut dia.
"Kedipan detektor jarang dibandingkan dengan jumlah tembakan laser sekitar satu blip dalam sejuta tembakan dan peristiwa reset line menyebabkan hilangnya data selama beberapa jam, tetapi itu hanya terjadi setiap bulan atau lebih," ungkap dia. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!