Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rusia Tuding AS Ada di Balik Penolakan Penyelidikan Ledakan Nord Stream

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 07:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rusia Tuding AS Ada di Balik Penolakan Penyelidikan Ledakan Nord Stream Doc: Antara/Tentara Denmark/Forsvaret Ritzau Scanpix vi
Ket. Kebocoran gas di Nord Stream 2 terlihat dari pesawat pencegat F-16 Denmark di Bornholm, Denmark, 27 September 2022.

MOSKOW - Kedutaan Besar Rusia di AS pada Rabu (29/3) menuding Washington berusaha menghentikan penyelidikan internasional atas ledakan pipa gas Nord Stream tahun lalu.

Saat dimintai komentar atas pernyataan Gedung Putih tentang penyelidikan nasional yang cukup dilakukan oleh negara-negara Eropa, Kedubes Rusia menyebut haltersebut adalah upaya AS untuk bersembunyi di belakang sekutu-sekutunya dan mengacaukan segala upaya mengungkap fakta sebenarnya di balik sabotase Nord Stream.

"Jaminan pemerintah atas kepercayaan penuh dalam penyelidikan 'menyeluruh' oleh negara-negara sekutu tidak dapat dipercaya. Dengan mempertimbangkan penolakan dalam memberikan akses kepada negara kami yang pemilik jaringan pipa gas tersebut, ke dalam proses penyelidikan," kata Kedubes Rusia.

"Faktanya, mereka menolak seruan bersama yang diajukan Rusia, Tiongkok, dan Brazil dalam Dewan Keamanan PBB untuk menggelar penyelidikan internasional secara tuntas," kata dia.

Pihak berwenang Jerman, Swedia, dan Denmark saat ini sedang menyelidiki ledakan bawah laut yang memicu kebocoran pada dua pipa Nord Stream di Laut Baltikpada September tahun lalu.

Rusia menyerukan penyelidikan internasional yang dipimpin PBB terhadap"sabotase" tersebut untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu. Namun, permintaan Moskow itu tidak mendapat dukungan dari Dewan Keamanan PBB.

Kedubes Rusia juga menegaskan bahwa "semua negara tertarik menegakkan kebenaran dan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas sabotase itu demi mencegah serangan teroris serupa di masa depan."

Mereka menyebut AS mengabaikan potensi kerusakan besar lingkungan akibat ledakan tersebut. Misi Rusia di AS itu juga mengingatkan tentang ratusan ribu amunisi dengan bahan kimia beracun yang tenggelam di Laut Baltik selama Perang Dunia Kedua.

"Dengan mempertimbangkan kondisi (amunisi) yang buruk, setiap ledakan di perairan ini bisa berubah menjadi bencana lingkungan yang belum pernah terjadi sebelumnya," tandasKedubes Rusia.


Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.