Ilmuwan Temukan Air dalam Manik-manik Kaca di Bulan
📅 Selasa, 28 Mar 2023, 14:59 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP
PARIS - Para ilmuwan pada Senin (27/3) mengatakan bahwa mereka telah menemukan air di dalam manik-manik kaca kecil yang tersebar di Bulan, yang menunjukkan bahwa suatu hari air itu dapat diekstraksi dan digunakan oleh para penjelajah masa depan.
Bulan sudah lama diyakini kering, tetapi selama beberapa dekade terakhir beberapa misi telah menunjukkan ada air baik di permukaan maupun yang terperangkap di dalam mineral.
Mahesh Anand, seorang profesor ilmu planet dan eksplorasi di Universitas Terbuka Inggris, mengatakan kepada AFP bahwa molekul air dapat terlihat melompat di atas permukaan Bulan ketika hari cerah.
"Tapi kami tidak tahu persis dari mana asalnya," kata Anand, salah satu penulis studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience.
Studi yang dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Chinese Academy of Sciences, mengatakan bahwa manik-manik kaca mungkin merupakan reservoir dominan yang terlibat dalam siklus air permukaan Bulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim ilmuwan itu memoles dan menganalisis 117 manik-manik kaca yang diambil oleh pesawat luar angkasa Tiongkok, Chang'e-5, pada Desember 2020 dan dibawa kembali ke Bumi.
Manik-manik tersebut dibentuk oleh meteorit kecil yang membombardir permukaan Bulan, yang tidak memiliki perlindungan atmosfer. Panas tumbukan melelehkan bahan permukaan, yang mendingin menjadi manik-manik kaca bundar selebar sehelai rambut.
Selain menemukan air di manik-manik, para ilmuwan mendeteksi "tanda matahari," kata Anand. Dalam penyelidikan lebih lanjut, mereka juga menentukan bahwa hidrogen yang diperlukan untuk membentuk air berasal dari angin Matahari, yang menyapu partikel bermuatan di seluruh tata surya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sumber Air Berkelanjutan?
Bahan lain untuk air, oksigen, membentuk hampir setengah dari bulan, meski terperangkap di bebatuan dan mineral.
"Ini berarti bahwa angin Matahari dapat memberikan kontribusi yang sama terhadap air di benda lain di tata surya yang tidak memiliki atmosfer, seperti Merkurius atau asteroid," kata Anand.
Manik-manik kaca dapat membentuk sekitar tiga hingga lima persen dari tanah Bulan, menurut penelitian tersebut.
"Perhitungan secara kasar menunjukkan bahwa mungkin ada sekitar sepertiga dari satu triliun ton air di dalam semua manik-manik kaca Bulan. Dan hanya membutuhkan panas ringan sekitar 100 derajat Celsius untuk membebaskan air dari manik-manik ini," kata Anand.
Sementara lebih banyak penelitian diperlukan, dia mengatakan bahwa memanaskan dan memproses bahan-bahan ini dapat memasok air bagi penjelajah masa depan, atau bahkan oksigen, untuk membantu mereka mencari dunia lain dengan cara yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!