Rawan Melemah Lanjutan, 1 April 2026
📅 Rabu, 01 Apr 2026, 08:55 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahannya pada awal April karena dipengaruhi konflik geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian kawasan tersebut tak hanya memicu lonjakan harga energi, tetapi juga meningkatkan aversi risiko global sehingga mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang lebih aman.
Alhasil, pasar negara berkembang seperti Indonesia cenderung mengalami tekanan arus keluar modal, sehingga membebani IHSG. Selama ketegangan geopolitik belum mereda, sentimen eksternal diperkirakan tetap dominan, membatasi ruang penguatan pasar dan menjaga volatilitas tetap tinggi.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat konflik geopolitik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda mereda memicu kekhawatiran krisis energi, terutama terkait potensi gangguan pasokan di jalur strategis seperti Selat Hormuz. Karenanya, dia memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Rabu (1/4), masih rawan bergerak melemah dengan level support di 6.993 dan resistance di 7.169.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3) sore, ditutup melemah 43,45 poin atau 0,61 persen ke posisi 7.048,22 dipicu oleh kombinasi sentimen dari domestik dan mancanegara. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,68 poin atau 0,23 persen ke posisi 715,81. “IHSG hari ini menurut saya masih bergerak dalam tekanan kombinasi sentimen global dan domestik,” ujar Pengamat Pasar Modal Reydi Octa saat dihubungi di Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!