Herdman Hadapi Jadwal Padat 2026
📅 Kamis, 15 Jan 2026, 06:37 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ANTARA/Dhemas Reviyanto
JAKARTA - Tim nasional Indonesia memasuki babak baru dengan dimulainya era kepelatihan John Herdman. Pelatih asal Inggris itu langsung dihadapkan pada kalender internasional yang padat sepanjang 2026. Periode ini akan menjadi ujian awal sekaligus fondasi penting bagi arah pembangunan Skuad Garuda ke depan di tangannya.
Tahun 2026 telah ditetapkan FIFA dan konfederasi regional sebagai tahun dengan rangkaian agenda internasional berlapis. Sejumlah turnamen dan pertandingan resmi akan melibatkan tim nasional dari berbagai belahan dunia, termasuk negara-negara Asia Tenggara. Bagi Indonesia, rangkaian agenda tersebut menjadi panggung awal bagi Herdman untuk mengenali sekaligus membentuk karakter timnya.
Agenda internasional pertama yang membuka tahun adalah FIFA Series yang berlangsung pada tanggal 23-31 Maret. Ajang ini dirancang sebagai platform pertandingan persahabatan antarnegara lintas konfederasi. Selain menjadi sarana uji coba taktik dan komposisi pemain, FIFA Series juga bernilai strategis karena berpengaruh langsung terhadap peringkat FIFA.
Setelah itu, kalender berlanjut dengan FIFA Matchday pada tanggal 1-9 Juni. Periode ini lazim dimanfaatkan untuk laga kualifikasi turnamen besar seperti Piala Dunia atau Piala Asia, serta pertandingan uji coba resmi. Matchday Juni kerap menjadi momen krusial bagi banyak tim nasional untuk memantapkan fondasi sebelum memasuki paruh kedua tahun kompetisi.
Memasuki akhir tahun, sorotan publik Asia Tenggara akan tertuju pada Piala AFF yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 21 September hingga 6 Oktober. Turnamen regional ini selalu sarat rivalitas dan emosi. Ini sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan sepak bola nasional. Bagi Indonesia, Piala AFF kerap dipandang sebagai ajang pembuktian di kawasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kalender internasional kemudian ditutup dengan FIFA Matchday terakhir pada tanggal 9-17 November. Periode ini biasanya digunakan untuk laga-laga penentu, baik dalam kualifikasi maupun pertandingan persahabatan tingkat tinggi. Bagi sebagian tim, Matchday November menjadi kesempatan terakhir untuk memperbaiki peringkat FIFA dan mematangkan persiapan menuju tahun berikutnya.
Jelang agenda padat tersebut, Herdman mulai menjalankan tugasnya dengan menekankan asesmen menyeluruh sebagai langkah awal. Pelatih berusia 50 tahun itu menilai penting untuk memahami perjalanan tim dalam dua tahun terakhir sebelum menetapkan arah selanjutnya.
“Jangka pendeknya selalu dimulai dari asesmen. Meluangkan waktu untuk mendengarkan dan memahami pengalaman mereka di kualifikasi Piala Dunia sebelumnya, bagaimana mereka berjuang, dan bagaimana mereka pulih dari kegagalan,” ujar Herdman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai bagian dari proses itu, Herdman telah berkomunikasi langsung dengan kapten tim serta menghubungi lebih dari 60 pemain untuk memperkenalkan diri dan membuka jalur komunikasi. Dia juga menegaskan akan membangun standar kerja baru yang sejalan dengan target jangka pendek dan agenda besar Timnas Indonesia.
Herdman menilai Indonesia sebenarnya telah memiliki momentum positif dari perjalanan di kualifikasi Piala Dunia sebelumnya, meski belum mencapai target utama. Menurutnya, kegagalan tersebut harus dijadikan bahan pembelajaran kolektif. “Indonesia sudah melangkah jauh, meski belum sampai. Itu proses yang penting untuk dipelajari,” ujarnya. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!