Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korupsi Jadi Ancaman Serius Pembangunan Ekonomi

📅 Kamis, 23 Mar 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Korupsi Jadi Ancaman Serius Pembangunan Ekonomi Doc: Sumber: Transparency International – Litbang KJ/an

JAKARTA - Korupsi merupakan fenomena kompleks yang menjadi ancaman serius bagi pembangunan ekonomi sebuah negara. Sebab itu, diperlukan kerja sama lintas sektoral untuk mencegah dan memberantasnya. Hal itu disampaikan Auditor Utama Investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hery Subowo, dalam Regional Workshop on Enhancing the Collaboration between Supreme Audit Institutions and Anti-Corruption Bodies, yang diselenggarakan The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di Bangkok Thailand sebagai bentuk kolaborasi antara lembaga audit dan lembaga anti korupsi.

"Kerja sama lintas sektoral dan kolaborasi antarlembaga serta aliansi nasional dan regional dari otoritas terkait merupakan hal krusial yang menjadi salah satu strategi yang cukup efektif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi," kata Hery seperti dikutip dari laman resmi BPK, di Jakarta, Rabu (22/3).

Sementara itu, Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, mengatakan kompleksitas korupsi harus menjadi persoalan bersama, terutama lembaga-lembaga seperti BPK, KPK, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kepolisian, Kejaksaan, dan aparat penegak hukum (APH) lainnya untuk menyelamatkan uang negara.

"Tidak hanya korupsi saya kira, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juga perlu menjadi perhatian khusus oleh pemerintah, terlebih saat ini trennya di Indonesia juga sedang mengalami peningkatan yang signifikan," kata Badiul.

Menurut Badiul, tren nilai potensi kerugian negara cenderung terus meningkat selama periode 2017-2021. Pada 2021, jelasnya, terdapat 533 penindakan kasus korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum (APH) dengan total potensi kerugian negara yang ditimbulkan mencapai 29,4 triliun rupiah.

Selain itu, lanjutnya, menurunnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia di 38 menunjukkan ada masalah dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Karena itu, pemerintah harus serius memperkuat komitmen pemberantasan korupsi karena IPK merupakan cerminan wajah Indonesia di mata dunia," tandas Badiul.

Tindak Lanjut

Lebih lanjut, Hery menekankan perlunya kerja sama lembaga audit dengan aparat penegak hukum (APH) dan lembaga antikorupsi dalam memerangi korupsi.

Dalam konteks Indonesia, pola kerja sama dengan APH dilakukan antara Polri dan Kejaksaan, serta lembaga antikorupsi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kerja sama dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU)," katanya.

MoU tersebut mencakup tindak lanjut temuan BPK yang memiliki indikasi tindak pidana korupsi, penghitungan kerugian negara, upaya pencegahan korupsi, pertukaran informasi, dan koordinasi antarlembaga dalam penyelesaian kasus korupsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.