Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turki Beberkan Alasan Pipa Suriah Tak Bisa Saingi Selat Hormuz

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 20:02 WIB | Oleh:
Turki Beberkan Alasan Pipa Suriah Tak Bisa Saingi Selat Hormuz Doc: AFP

ANTALYA - Seorang pakar Turki menilai pengiriman minyak mentah melalui jalur darat Suriah tidak dapat menggantikan peran strategis Selat Hormuz akibat tingginya biaya proyek, ketiadaan jaminan keamanan internasional, serta tidak adanya korporasi yang bersedia mendanai.

Mantan Kepala Pengadaan BOTA (perusahaan energi negara Turki), Ali Arif Akturk, menilai wacana pembangunan maupun pemulihan jalur pipa melintasi Suriah mengabaikan realitas teknis di lapangan.

"Pembicaraan bahwa pipa darat dapat menggantikan Selat Hormuz mengabaikan realitas teknis. Pembangunan kembali dan perawatan pipa Kirkuk-Baniyas diperkirakan menelan biaya hingga 15 miliar dollar AS (sekitar Rp245 triliun), lebih mahal daripada membangun jalur baru dari awal," ujar Akturk dalam wawancara khusus dengan RIA Novosti.

Ia menambahkan pembangunan jalur pipa baru akan memakan waktu empat hingga lima tahun. Jangka waktu tersebut dinilai terlalu lama mengingat dinamika konflik di kawasan yang terjadi sangat cepat.

Menurut Akturk, konflik di Selat Hormuz diproyeksikan bakal selesai lebih cepat dari lima tahun. Jika tidak, dunia dipastikan akan menghadapi bencana ekonomi global yang jauh lebih besar.

Selain itu, situasi keamanan di Suriah saat ini dinilai belum kondusif untuk investasi strategis, yang pada akhirnya justru akan membengkakkan biaya operasional serta pengamanan jalur pipa.

"Proyek lintas negara semacam ini membutuhkan komitmen internasional dan jaminan dari negara penerima," tegas Akturk.

Menurutnya, saat ini Suriah tidak memiliki pemerintahan dengan otoritas yang memadai untuk memberikan jaminan tersebut. Lagi pula, tidak ada lembaga keuangan internasional yang berani mengambil risiko berinvestasi miliaran dolar tanpa adanya kepastian keamanan.

Ia juga menyoroti aspek keekonomian proyek, di mana biaya pengiriman minyak via Suriah diperkirakan bakal membengkak setidaknya dua kali lipat dibandingkan melalui jalur pipa Kirkuk-Ceyhan.

Proyek pipa Suriah tersebut juga dinilai akan menjadi kompetitor langsung bagi jalur Kirkuk-Ceyhan, sehingga Pemerintah Ankara diyakini tidak akan memberikan dukungan.

Wacana penggunaan jalur Suriah mengemuka setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dukungannya untuk menjadikan rute darat itu sebagai alternatif Selat Hormuz.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengeklaim bahwa Selat Hormuz bakal kehilangan peran vitalnya sebagai rute perdagangan dunia dalam dua tahun ke depan dan berubah menjadi jalur perairan yang "tidak bernilai". Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
BMKG Prakirakan Cuaca DKI J...
Daerah
Jangan Panik! Khofifah Mint...
Olahraga
Timnas Futsal Indonesia Tel...
Advertisement
Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.