Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Khofifah Berharap Ada Kesetaraan Stratifikasi Tarif Layanan Rumah Sakit untuk BPJS Kesehatan

📅 Kamis, 23 Mar 2023, 20:57 WIB | Oleh:
Khofifah Berharap Ada Kesetaraan Stratifikasi Tarif Layanan Rumah Sakit untuk BPJS Kesehatan Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama dengan para bupati dan wali kota, usai Rakor terkait Universal Head Coverage (UHC) di Surabaya, Kamis (23/3).

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berharap stratifikasi tarif layanan BPJS Kesehatan untuk rumah sakit daerah lebih diperhatikan oleh pemerintah, mengingat kebutuhan layanan untuk masyarakat yang terus berkembang.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, ada ketidaksetaraan dalam tarif layanan BPJS kesehatan, sehingga menghasilkan perbedaan pendapatan yang cukup mencolok antara rumah sakit pusat dengan di daerah.

"Ada hal yang lebih penting, ada unequal treatment (perlakuan tidak setara) antara rumah sakit yang masuk kategori nasional dengan rumah sakit kategori daerah," ujarnya usai Rakor terkait UHC (Universal Head Coverage) BPJS, di Surabaya, Kamis (23/3).

"Stratifikasi itu kita tetap menghormati, tapi kemudian ada treatment yang unequal, patut dipertanyakan. Jadi unit cost antara rumah sakit nasional dengan rumah sakit daerah berbeda, sehingga hitung-hitungannya dengan pasien yang sama, rawat inap maupun rawat jalan, bisa berbeda potensi pendapatan sampai 269 miliar rupiah," ungkapnya.

Khofifah mengaku, kondisi itu telah ia sampaikan kepada pihak terkait, karena rumah sakit daerah juga memiliki kebutuhan pengembangan yang tidak murah untuk percepatan layanan dan kualitas layanan kesehatan terbaik.

"Saya juga sampaikan pada BPJS Jatim kalau ini ada unequality dalam penghitungan unit cost, harus dikonsolodasikan kembali. Di daerah ini bukan lebih mudah, bukan lebih murah, kita juga butuh pengembangan yang lebih besar, lebih berkualitas dengan layanan-layanan yang komprehensif," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf, mengapresiasi tawaran Pemrpov Jatim untuk berbagi anggaran demi mencapai Universal Health Coverage (UHC) sesuai ketentuan di setiap daerah. Karena salah satu tantangan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan adalah pemerintah daerah harus mewujudkan kecukupan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan agar mampu membayarkan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN dalam penganggaran dalam APBD.

"Kalau pengalaman saya butuh waktu dan kerja keras sampai dua tahun. Tawaran Bu Gubernur ini luar biasa, tinggal para bupati dan wali kota bersedia," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.