Turki Promosikan Berbagai Perguruan Tinggi ke Masyarakat Indonesia
📅 Minggu, 19 Mar 2023, 14:59 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: Koran Jakarta/ M Ismail
JAKARTA - Indonesia dinilai sebagai pasar potensial bagi sektor pendidikan mancanegara. Hal itu didukung faktor demografi, yakni besarnya popasi Indonesia.
Karenanya, perusahaan konsultan pendidikan dari Turki, Edutolia Education kembali menggelar pameran promosi pendidikan universitas Turki di Jakarta, Minggu (19/3), bertempat di JW Marriot Hotel Kuningan, dengan membawa serta 18 universitas terkemuka di Turki. Ini merupakan pameran kedua kalinya oleh perusahaan yang baru dibentuk pada 2020 tersebut.
Turki dinilai sebagai negara dengan sistem pendidikan berkualitas baik karena Turki mengadopsi sistem Pendidikan ECTS (European Credit Accumulation and Transfer System) dan European Higher Education Area (Bologna Process), yaitu Sistem Pendidikan Perguruan Tinggi yang dijalankan oleh 49 negara di Kawasan Eropa untuk melakukan reformasi pendidikan dengan sistem akumulasi dan transfer kredit guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan kerja para mahasiswa.
Selain itu, Ijazah yang dikeluarkan oleh berbagai universitas di Turki terakreditasi dan diakui sccara Internasional. Saat ini Turki memiliki lebih dari 200 perguruan tinggi dan 3000 program Internasional, baik berupa program regular yang terdiri dari Associates, Undergraduate, Graduate, Doctorate (PhD), program jangka pendek atau kursus singkat, hingga Sekolah Musim Panas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelebihan lainnya belajar atau kuliah di Turki adalah biaya pendidikan dan biaya hidup yang jauh lebih terjangkau daripada berkuliah di negara Eropa lain atau Amerika Serikat. Kota-kota di Turki, seperti Istanbul, sangat aman untuk bisnis dan pendidikan dimana banyaknya pendatang dari berbagai negara yang tinggal di beberapa kota di Turki.
Selama ini, masyarakat Indonesia kurang mengetahui kualitas sistem pendidikan tinggi di Turki ini.
"Hal itu membuat Edutolia Education mulai gencar melakukan pameran promosi pendidikan Turki di Indonesia sejak tahun lalu, 2021," ujar Founder Edutolia Education, Ibrahim Albayrak saat pembukaan pameran promosi pendidikan universitas Turki di Jakarta, Minggu (19/3).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ibrahim menambahkan, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai konsultan pendidikan dalam membantu siswa yang ingin belajar ke Turki untuk menemukan universitas dan program terbaik sesuai kebutuhan mereka, perusahaan memberikan banyak kemudahan dalam mewujudkan cita cita mereka belajar ke luar negeri.
"Saat ini Edutolia Education memiliki perjanjian kerja sama dengan berbagai universitas di Turki, dan kami melihat Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia merupakan potensi pasar baru yang sangat potensial bagi perguruan tinggi di Turki," jelasnya.
Karena itu, lanjutnya, dimulai dari tahun lalu Edutolia Education secara rutin menggelar pameran pendidikan Universitas Turki di sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Bandung pada tahun ini.
"Dan rencananya merambah ke sejumlah kota besar lainnya pada tahun-tahun berikutnya" jelasnya.
Ibrahim memgungkapkan, secara signifikan terjadi peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Turki, yaitu naik sekitar 300 persen dalam kurun waktu 3 tahun. Universitas yang banyak diminati oleh calon mahasiswa dari Indonesia adalah universitas yang memiliki jurusan bahasa Arab.
Selama pameran, Edutolia Education akan melakukan perekrutan siswa dengan memberikan pelayanan yang lengkap untuk para siswa dan keluarga seperti mengurus aplikasi pendaftaran ke universitas yang dituju, pembuatan visa, mengurus keberangkatan dan penjemputan, penyediaan akomodasi dan asuransi kesehatan. Edutolia juga menyelenggarakan ujian beasiswa bagi siswa yang membutuhkan beasiswa khusus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!