Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bulog Baru Menyerap 35 Ribu Ton Gabah karena Berebut dengan Penggilingan Padi

📅 Jumat, 17 Mar 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Bulog Baru Menyerap 35 Ribu Ton Gabah karena Berebut dengan Penggilingan Padi Doc: ANTARA/MUHAMAD HANAPI
Ket. Stok beras di Gudang Bulog

JAKARTA - Bulog baru bisa menyerap 35 ribu ton gabah pada musim awal panen raya lantaran terjadi perebutan gabah dengan penggilingan padi. Sebagai stabilisasi untuk harga dan kebutuhan maka dari sisa atau kelebihan panen raya baru diserap Bulog.

"Panen itu kita ikuti, dalam proses perjalanan. Seperti Bapanas sampaikan bahwa produksi Februari dan Maret ini untuk kebutuhan mengisi kekosongan dari penggilingan rumah tangga dan lain-lain," kata Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Budi Waseso, di Jakarta, Kamis (16/3).

Seperti dikutip dari Antara, Dirut Perum Bulog atau yang akrab disapa Buwas ini tak menampik jika keterbatasan produksi berakibat pada harga beras di pasaran yang masih cukup tinggi.

"Kalau kita bicara ilmu keekonomian antara demand dan supply, berarti ini kan supply-nya masih kurang. Artinya produksinya masih kurang. Saya sekali lagi bukan menyalahkan produksi kurang atau lebih ya, tapi kan banyak faktor terutama cuaca dengan situasi sekarang, jadi terjadi (kenaikan harga) seperti ini wajar-wajar saja," katanya.

Jika nantinya produksi petani berlebih dan harga gabah atau beras jatuh, Buwas menegaskan bahwa pihaknya akan tetap membeli gabah kering panen atau GKP sesuai ketentuan, yakni 5.000 rupiah per kilogram untuk tingkat petani dan 5.100 rupiah per kilogram untuk tingkat penggilingan. Hal tersebut sebagai upaya agar petani tidak dirugikan dalam masa panen raya.

Semoga nantinya hasil produksi beras pada musim panen raya kali ini mampu memenuhi target penyerapan yang telah ditugaskan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yakni sebesar 70 persen dari 2,4 juta atau 1,68 juta.

Bantuan Sosial

Adapun stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini sebanyak 280 ribu ton dan itu ditambah 35 ribu ton dari panen raya. Namun, nantinya sebanyak 210 ribu ton akan digunakan sebagai stok bantuan sosial bagi penerima manfaat yang akan disalurkan pada Maret ini.

Terkait soal kenaikan harga beras, sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah masih terus mencari penyebab harga beras masih merangkak naik meski sudah memasuki waktu panen raya.

"Kan kita lihat masih panen raya, logikanya panen raya suplai banyak, mestinya harga turun, nah ini kok ndak? Ini yang baru kita cari," kata Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, rata-rata nasional harga beras medium mencapai 11.800 rupiah per kg pada Selasa (14/3). Sementara rata-rata nasional harga beras premium mencapai 13.700 rupiah per kg atau menjadi rekor tertinggi selama lima tahun terakhir.

"Ini yang senang petani, tetapi konsumennya pasti akan berteriak. Saya kira keseimbangan itu yang ingin kita jaga," tambah Presiden.

Presiden Jokowi mengakui adanya kesulitan untuk menyeimbangkan harga agar gabah di petani baik dan wajar. "Harga beras di pedagang baik dan wajar dan harga beras ke konsumen itu baik dan wajar, yang sulit di situ," ungkap Presiden.

Diketahui Bapanas mencabut Surat Edaran Nomor 47/TS.03.03/K/02/2023 tentang Harga Batas Atas Pembelian Gabah atau Beras guna menjaga daya saing petani. Alasan pencabutan surat edaran tersebut karena memperhatikan perkembangan produksi padi dan kelancaran pasokan gabah dari petani kepada penggilingan padi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

35 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.