Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Duka Inggris oleh Pembantaian Brutal VOC di Ambon

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 06:40 WIB | Oleh:

Setelah disiksa, Price langsung mengaku berperan dalam konspirasi yang bertujuan merebut kastil dan membunuh orang Belanda. Pemimpin konspirasi itu bernama Gabriel Towerson, kapten berusia 49 tahun dari pos perdagangan Inggris di Ambon.

Penyiksaan oleh De Bruyn akhirnya menyingkap seluruh konspirator termasuk pengawas budak dan prajurit dari pemukiman di Luhu di dekat Semenanjung Hoamoal dan semuanya adalah bagian dari konspirasi besar yang melibatkan Towerson dan kaki tangannya dari Jepang.

Pada 8 Maret tahun yang sama, para hakim Ambon bertemu sebuah pengadilan improvisasi yang terdiri dari pejabat VOC, pedagang, dan kapten. Mereka akan menghakimi para konspirator, yang dituduh melakukan pengkhianatan tingkat tinggi (crimen laesae maiestatis).

Putusan mereka menyatakan bersalah, meskipun gubernur memutuskan pada menit terakhir untuk membebaskan sejumlah pedagang Inggris. Pada 9 Maret pagi hari, para narapidana digiring ke lapangan terbuka di depan benteng. Di sana dua puluh satu orang dipenggal, satu demi satu, dengan satu tebasan pedang.

Meski persidangan berakhir, Kehebohan dari apa yang terjadi di Ambon bergema selama beberapa dekade. Berita ini sampai ke London pada akhir Mei 1624, hal itu langsung memicu kemarahan besar di antara manajemen EIC dan kemarahan itu terutama ditujukan ke para pendukung VOC.

Sentimen Anti-Belanda

VOC menerbitkan pamflet pendek bertuliskanWaerachtich Verhael vande Tydinghen ghecomen wt de Oost-Indien, dimaksudkan untuk membenarkan apa yang telah terjadi. Namun pamflet tersebut, yang diyakini secara luas sebagai karya seorang pejabat senior VOC Belanda, mencela konspirasi keji dan dengan tegas membela proses hukum.

EIC dengan cepat menugaskan laporannya sendiri yang diberi judulA True Relation of the Unjust, Cruell, and Barbarous Proceedings Against the English at Amboyna in the East-Indiesoleh Gubernur Netherlandish dan Counsell There. Pamflet ini ditulis berdasarkan kesaksian beberapa orang yang selamat yang melakukan perjalanan dari Ambon ke London pada tahun-tahun berikutnya.

Penuh dengan tuduhan kebencian terhadap tirani Belanda, mereka menyatakan bahwa tuduhan konspirasi adalah rekayasa belaka. Kemarahan semakin tinggi dipicu setelah Raja James I bereaksi keras terhadap pembunuhan yudisial rakyatnya.

Kontroversi dan perang pamflet yang disebabkan oleh persidangan yang terjadi di bagian terpencil Asia, ribuan mil dari Eropa itu kemudian menjadi fokus perselisihan sengit antara dua negara Eropa yang merupakan sekutu tradisional.

Pada 1627, Inggris mengambil keputusan untuk membentuk pengadilan khusus bagi menyelidiki tindakan para hakim di Ambon. Ini terjadi di bawah tekanan raja Inggris yang baru, Charles I, yang mengancam akan menolak akses kapal Belanda ke pelabuhan Inggris.

Penyelidikan berlarut-larut hingga 1632, terhambat oleh perbedaan pendapat tentang yurisdiksi. Pada akhirnya, para pejabat VOC yang masih hidup yang terlibat, dibebaskan. Namun, pernyataan itu tidak membantu meredam kontroversi. Kasus ini menjadi hidup setiap kali sentimen anti-Belanda muncul di Inggris. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.